getting time...

NEWS » News

100 Hari Wafat, Warga Dapat Pin Soeharto

Minggu, 4 Mei 2008 18:08 wib

BANTUL - Sebanyak 1000 warga di Dusun Kemusuk dan sekitarnya, kerabat keluarga kemusuk di DIY, Minggu (4/5/2008) petang menghadiri peringatan 100 hari wafatnya mantan Presiden RI Soeharto di kediaman Soeharto di Dusun Kemusuk, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, DIY.

Ratusan warga mulai terlihat berdatangan sekitar pukul 15.00 WIB. Acara doa dzikir dan tahlil yang dipimpin oleh KH. Dasiman, kaum setempat berlangsung hingga pukul 17.00 WIB.

Usai doa dzikir dan tahlil, warga selanjutnya menikmati makan yang sudah dipersiapkan oleh keluarga Kemusuk yang dikemas dalam sebuah kotak. Sebelum mengakiri acara peringatan 100 hari meninggalnya Pak Harto, sekitar 1.000 warga mendapatkan bingkisan sembakau untuk dibawa pulang yang isinya berupa minyak goreng, teh, mie instant, gula dan beras.

Setiap warga yang hadir pada peringatan 100 hari wafatnya Pak Harto juga mendapatkan sebuah pin berbentuk lingkaran yang bertuliskan mengenang HM. Soeharto 1921-2008. Di tengah pin terdapat gambar wajah Pak Harto yang sedang tersenyum lebar dan disamping kanannya terpampang burung garuda.

Aryo Winoto keponakan dan sekaligus perwakilan keluarga Pak Harto di Kemusuk menyatakan acara doa dzikir dan tahlil ini mendapatkan dukungan penuh dari kelurga Pak Harto di Cendana. Keluarga Cendana juga berpesan agar masyarakat Bantul dan Yogyakarta turut mendoakan Almarhum Pak Harto agar mendapatkan tempat yang terbaik di sisi-Nya.

?Pak Harto telah berbuat yang terbaik bagi bangsa Indonesia, keluarga yang ditinggalkan hanya minta doa bagi Almarhum agar diberi tempat yang terbaik dan diampuni segala dosanya,? ujarnya.

Dari pantauan di Kemusuk, tidak terlihat satupun keluarga Cendana yang tampak hadir mengikuti doa dzikir dan Tahlil 100 harinya Pak Harto. Yang tampak hadir hanya kerabat Pak Harto yang tinggal di Dusun Kemusuk dan sekitarnya.

Sedangkan pengamanan dari aparat kepolisian berlangsung sangat wajar. Hanya terlihat satu mobil patroli milik Polsek Sedayu Bantul dengan 10-an anggota Polri, yang tampak berdiri disamping mobil patroli yang diparkirkan disebelah barat kediaman Soeharto di Kemusuk.
(Daru Waskita/Trijaya/ahm)