KARANGANYAR - Peringatan 100 hari meninggalnya mantan presiden Suharto di kompleks makam Astana Giribangun berlangsung khidmat. Tampak dalam acara ini, salah satu keluarga Cendana, Hutomo Mandala Putra atau Tommy Suharto.
Meski sempat diwarnai hujan pada sore harinya, namun hal itu tidak menyurutkan ribuan warga untuk datang ke kompleks makam yang terletak di Desa Karangbangun Kcamatan Matesih Karanganyar tersebut, Minggu (4/5/2008).
Sekira pukul 19.00 WIB, doa bersama untuk mantan penguasa orde baru itu mulai digelar. Setelah salat isya, warga mulai membaca surat Yasinan untuk mendiang pak Harto. Setelah selesai, acara dilanjutkan pengajian di area kompleks makam.
Kepala Pengelola Astana Giribangun, Sukirno mengatakan, dalam peringatan 100 hari pak Harto ini pihaknya menyebar sekitar 3.500 undangan yang diperuntukkan bagi warga di sekitar kompleks makam seperti desa Karangbangun dan Desa Girilayu.
Kendati demikian, bagi warga lainnya yang ingin datang untuk mendoakan mantan presiden Suharto tetap dipersilahkan. "Tidak ada kegiatan yang khusus. Sama seperti peringatan 40 hari yakni mengelar doa bersama," ujar Sukirno.
Sedangkan untuk menunjang kelancaran acara doa bersama, pengelola Astana Giribangun telah memasang sejumlah tenda di sejumlah sudut di kompleks makam.
(Ary Wahyu Wibowo/Sindo/pie)