getting time...

NEWS » News

Pagelaran Tembang Macapat 48 Jam, Coba Pecah MURI

Minggu, 18 Mei 2008 10:56 wib

BANTUL - Pemerintah Kabupaten Bantul kembali menggelar agenda untuk memecahkan rekor MURI. Kali ini Pemkab Bantul menggelar tembang macapat 48 jam nonstop dengan peserta yang mencapai 1.000 orang.

Acara pemecahan rekor MURI ini secara resmi dilaksanakan mulai pukul 21.00 WIB di Pendopo Parasamya Pemkab Bantu usai dibuka oleh Wakil Bupati Bantul Sumarno, Sabtu(17/5/200) malam.

Seluruh peserta pemecahan rekor MURI menggunakan pakain khas jawa baik peserta laki-laki maupun perempuan, begitupula dengan yuri dari MURI juga menggunakan pakaian jawa, duduk berhadapan dengan para peserta macapat saat peserta melantunkan tembang macapat.

"Kegiatan pemecahan rekor MURI ini dalam rangka peringatan satu abad Hari Kebangkitan Nasional, refleksi atau mengenang 2 tahun peristiwa gempa tanggal 27 Mei 2006, menyongsong peringatan Hari Jadi Kabupaten Bantul ke-177 tahun 2008 serta melestarikan dan mengembangkan seni budaya tradisional yang adiluhung khususnya tembang macapat," ujar Sumarno, Minggu (17/5/2008).

Pesertanya sendiri, lanjut Sumarno, berasal dari paguyuban macapat Kabupaten Bantul, unsur pelajar, pegawai, pejabat, guru, pamong desa serta warga masyarakat lain dari 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Bantul.

"Acara ini akan berlangsung hingga tanggal 19 Mei mendatang atau dua hari dua malam," tuturnya.

Sementara  itu,  Kepala Kantor Humas dan Informasi Kabupaten Bantul Sunarto selaku Ketua III yang juga sebagai pemrakarsa pagelaran menambahkan, bahwa secara teknis panitia maupun peserta sejumlah itu telah siap melaksanakan pagelaran yang pada saatnya hanya akan berhenti sebentar waktu terdengar suara adzan untuk salat lima waktu.

Pagelaran tembang macapat nonstop selama 48 jam tersebut menurut rencana akan memecahkan rekor MURI karena belum pernah terjadi even sejenis.  Adapun dalam pelaksanannya panitia menyediakan naskah tembang, namun peserta pada prinsipnya  bebas menentukan jenis tembangnya bahkan ciptaannya sendiri juga diperbolehkan.

"Diantara peserta pagelaran khususnya dari kecamatan juga akan ada yang dinilai oleh tim yuri dari Paguyuban Macapat Bantul " tambah Sunarto. 
(Daru Waskita/Trijaya/mbs)