Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Djoko Dikabarkan Sudah di Rumah

Hari Tri Wasono , Jurnalis-Jum'at, 23 Mei 2008 |18:33 WIB
Djoko Dikabarkan Sudah di Rumah
A
A
A

NGANJUK - Kabar hilangnya Djoko Suprapto, penemu bahan bakar air (blue energy) asal Nganjuk masih misterius. Meski dipastikan sudah pulang ke rumahnya, hingga kini tidak satupun yang melihat langsung keberadaannya.

Sejak kemarin pagi, rumah mewah milik Djoko di Dusun Bangsri, Desa Ngadiboyo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk dijaga ketat aparat keamanan dari Kodim 0810/Nganjuk. Petugas yang berpakaian preman tersebut terlihat mondar-mandir di areal rumah Djoko yang luasnya mencapai 2 hektar.

Tidak satupun anggota keluarga Djoko yang bersedia ditemui wartawan. Mereka memilih menutup rapat pintu rumahnya yang dikelilingi kaca hitam (riben). Sehingga praktis tidak ada aktivitas apapun di dalam rumah yang terlihat dari teras luar. Meski beberapa kali meminta ijin untuk menanyakan keberadaan Djoko kepada tuan rumah, petugas keamanan bersikukuh untuk melarang.

Komandan Kodim 0810/Nganjuk Letnan Kolonel Kristiono saat dikonfirmasi keberadaan Djoko memastikan jika penemu blue energy itu sudah berada di rumahnya sejak Jumat (23/5) pukul 02.30 WIB. Namun karena kondisi kesehatannya yang kurang bagus, ia terpaksa menjalani perawatan di dalam rumah.

"Ia sudah pulang ke rumah dini hari tadi. Kesehatannya memang agak terganggu sehingga harus istirahat dan tidak bisa menemui kalian," ujar Kristiono, Jumat (23/5/2008).

Masih menurut Kristiono, sebelum menghilang hingga akhirnya dinyatakan hilang pada 7 Mei 2008 lalu, Djoko sempat berpamitan kepadanya. Saat itu ia mengatakan akan pergi ke Jakarta untuk urusan pekerjaan hingga 20 Mei 2008. Bahkan Djoko juga berpesan untuk tidak menghubunginya selama di Jakarta karena ponsel yang dibawanya akan dimatikan.

"Dia tidak bilang melakukan pekerjaan apa di Jakarta. Sebelum berangkat ia juga pamit kepada keluarga. Jadi tidak benar kalau hilang atau diculik," tambah Kristiono yang mengaku menerima kabar kepulangan itu dari Djoko sendiri.

Bantahan yang sama tentang kabar penculikan itu juga disampaikan Kapolres Nganjuk, AKBP Subiyanto. Ia menegaskan tidak pernah menerima laporan penculikan atau orang hilang dari keluarga Djoko maupun pihak lain. Namun begitu, Subiyanto mengaku tidak tahu persis keberadaan Djoko saat ini.

"Kemungkinan memang ada urusan pekerjaan. Saya sendiri tidak tahu persis kondisinya," kata Subiyanto.

Satu-satunya keterangan yang diberikan pihak keluarga atas polemik ini adalah sepucuk surat yang menjelaskan keberadaan Djoko. Melalui salah seorang karyawannya bernama Kardono, Djoko menyampaikan jika dirinya sudah berada di rumah. Ia meminta maaf kepada wartawan atas kondisi kesehatannya yang buruk sehingga tidak bisa memberikan keterangan apapun.

Surat pendek yang hanya berisi permohonan maaf tersebut dibuat dengan tulisan tangan biasa. Di bawahnya tertera nama Djoko Pranoto lengkap dengan dibubuhi tanda tangan. Sayangnya, surat tersebut tidak menjelaskan sama sekali tentang lokasi dimana Djoko dirawat. Ia hanya berjanji akan melakukan jumpa pers setelah kesehatannya membaik.

Sementara itu Kepala Dusun Bangsri, Bani, menjelaskan jika kehidupan Joko Suprapto sehari-hari memang terkesan tertutup. Bahkan warga sekitar jarang sekali bisa bertatap muka dengannya. Selain kerap bepergian ke luar kota, aktivitas Joko yang dikenal sebagai pengusaha dan tuan tanah lebih sering dilakukan di dalam rumahnya yang megah. Sehari-hari ia lebih suka berkutat dengan stasiun radio Jodhipati FM miliknya yang baru berdiri beberapa bulan. Selain itu ia juga mempekerjakan puluhan buruh tani untuk menggarap lahan pertaniannya yang sangat luas.

"Meski ia tercatat sebagai warga kami, tapi jarang terlihat berbaur. Kabarnya sering ke luar kota untuk berbisnis," kata Bani.

Uniknya, tidak banyak warga di tempat itu yang mengetahui penemuan Joko tentang bahan bakar berbasis air. Sejak pertama kali diumumkan ke publik hingga menarik perhatian Presiden SBY, Bani mengaku hanya sekali melihat hasil tekhologi tersebut. Itupun tidak bisa melihat langsung bahan bakar ajaib itu karena kerahasiaan yang dipegang Joko.

"Saat itu Pak Joko mengendarai sebuah mobil yang katanya dari bahan bakar air. Saya sendiri belum melihat bentuknya," terang Bani.

Hal itulah yang kemudian memantik keraguan atas keaslian temuan tersebut. Apalagi di saat masyarakat kesulitan mendapatkan BBM, Joko justru menghilang. Hingga kini keberadaan "profesor" tersebut masih misterius, seperti hasil penelitiannya yang sampai sekarang mengundang pertanyaan.

Djoko Suprapto sendiri mulai dikenal publik ketika mengumumkan penemuannya tentang bahan bakar dari air. Atas penemuan tersebut, Presiden SBY sempat mengundangnya ke Nusa Dua, Bali untuk mempresentasikan di hadapan Negara peserta United Nation Framework Conference on Climate Change (UNFCCC) 2007. Bahkan tim penguji kepresidenan yang dipimpin Heru Lelono sempat mengujinya menggunakan mobil Mazda Six milik Patwal Mabes Polri.

(Fitra Iskandar)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement