Keberadaan Peradi Salahi UU Advokat

|

JAKARTA - Pengacara senior Adnan Buyung Nasution menilai klaim Peradi sebagai wadah tunggal profesi advokat Indonesia tidak sah. Klaim itu dianggap menyalahi UU Advokat.

"Proses pembentukannya (Peradi) tidak sah, karena dibentuk dari atas ke bawah, bukan dari bawah ke atas," ujarnya Adnan Buyung usai Seminar Dewan Kehormatan dan Kehormatan Dewan Etika Profesi Advokat di Balai Sudirman, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (29/5/2008).

Menurut UU Advokat, sebuah organisasi advokat harus dibentuk atas keinginan advokat dan dibentuk melalui kongres. Sementara Peradi, dibentuk tidak atas keinginan advokat dan tidak melalui kongres.

"Telah saya cek, ternyata hanya beberapa orang saja. Saya merasa tertipu," tukasnya.

Dia juga menegaskan, pasal UU Advokat tidak ada yang menyebut Peradi sebagai wadah tunggal advokat Indonesia. Anggota Watimpres inipun menuntut agar ada koreksi untuk Peradi, karena organisasi ini dinilai tidak menghormati prinsip HAM dan demokrasi.

"Dalam pembentukannya saja sudah seperti itu, bagaimana menjalankan organisasi advokat yang dibuat untuk mengayomi dan mengembangkan profesi advokat," kritiknya.

Mengenai sanksi yang diberikan Dewan Kehormatan Peradi kepada pengacara Todung Mulya Lubis dan M Assegaf,  dinilainya terlalu berlebihan. "Putusan dewan kehormatan Peradi mematikan hak orang menjadi advokat," tandasnya.

(pie)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Bus Karyawan Pertamina Jadi Bulan-bulanan Pendemo di Istana