PEKALONGAN - Front Pembela Islam (FPI) menyayangkan tuntutan pembubaran oleh sebagian masyarakat. Mereka justru menilai pemerintah sebagai biang keladi dan harus bertanggungjawab atas meletusnya tragedi Monas 1 Juni lalu.
Â
Ketua FPI Kota Pekalongan Abu Ayyas mengatakan, tragedi Monas terjadi akibat ketidaktegasan pemerintah untuk membubarkan Jamaah Ahmadiyah. Pemerintah seharusnya bisa menjadikan keputusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyatakan Ahmadiyah aliran sesat sebagai dasar membubarkan atau menetapkannya aliran terlarang.
"Tapi kenyataannya pemerintah gamang dan membiarkan Ahmadiyah di Indonesia," katanya.
Kegamangan sikap pemerintah tersebut, memberikan peluang kepada Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) untuk mendukung Ahmadiyah secara terbuka.
"Padahal jelas keberadaan Ahmadiyah merusak tatanan Islam yang sudah bagus," tegasnya.
Dia menyebut pemerintah gagal melindungi aqidah umat Islam yang sebenarnya justru harus dilakukan sebagaimana diamanatkan konstitusi negara UUD '45. Berangkat dari hal itu, lanjutnya, munculnya ekses bentrok di Monas adalah bias dari sikap pemerintah yang tidak jelas itu.
Abu Ayyas juga mengungkapkan, tragedi Monas itu dilakukan bukan hanya oleh FPI. Tapi oleh Koalisi Lingkar Islam (KLI), yang di dalamnya termasuk Hizbuttahrir, Muhammadiyah, dan organisasi dakwah lainnya.
"KLI itu merupakan wadah seluruh elemen masyarakat yang menuntut pembubaran Ahmadiyah. Jadi bukan hanya FPI, tapi juga ada ulama yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI)," tandas dia.
Dengan memahami itu semua, tuntutan pembubaran terhadap FPI menurutnya menjadi tidak tepat. Tuntutan itu hanya dilakukan oleh orang yang belum memahami persoalan dengan sebenarnya. Pihak AKKBB adalah yang memprovokasi terjadinya bentrok karena terang-terangan mendukung Ahmadiyah. Mereka juga menuduh KLI sebagai laskar kafir dan laskar syetan.
"Posisi kami saat itu adalah membela diri, karena mereka bersenjata api," ujarnya.
(Hariyanto Kurniawan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.