GEGAP gempita Euro 2008 dimulai. Para penggila sepak bola bakal menggusur waktu tidurnya di malam hari. Bagi politikus PKB Abdullah Azwar Anas, meluangkan waktu menonton "jagoannya" bertanding adalah keharusan.
"Saya akan selalu mengikuti perkembangan Piala Eropa 2008. Melek semalaman? Saya tak gentar," ujarnya sambil tertawa renyah.
Mengapa menyukai sepak bola? Anas mengatakan,dalam pertandingan terdapat filosofi yang dapat menjadi panutan bagi masyarakat, eksekutif, legislatif dan yudikatif. Filosofi yang dimaksud adalah menjunjung tinggi sportivitas.
Sebuah pertandingan akan kacau kalau salah satu unsur yang bermain tidak jujur atau bermain kasar. "Pertandingan bakal berjalan tidak stabil kalau pemainnya menerapkan taktik kasar. Apalagi jika wasit sebagai pengadil bertindak berat sebelah, penonton pun bisa terpancing turun ke lapangan," ucapnya.
Ditanya negara mana yang diunggulkan, anggota Komisi V DPR ini memprediksikan Prancis bakal keluar sebagai juara. Alasannya, tim ini dihuni banyak pemain muda. Belum lagi soal semangat kaum imigran. "Banyak pemain yang bukan asli Prancis, di sini mereka ingin menunjukkan kecintaan mereka terhadap Prancis," demikian analisisnya.
Salah satu pemain muda yang disukai Anas adalah Karim Benzema. Namun, Anas mengungkapkan, sebenarnya selain Prancis, dia juga menjagokan Inggris sebagai kampium di daratan Eropa.
Mengenai tempat nonton, dia menuturkan, ada banyak tempat yang bisa dijadikan tempat nonton. "Kalau pulang dari kantor sorean, ya nonton di rumah, mungkin sama istri. Kalau agak malam bisa juga nonton sama teman di tempat nonton bareng. Tapi pertandingan final mungkin menontonnya di luar rumah, tempat yang ada nonton bareng," ujarnya.
Anas menambahkan, tidak menutup kemungkinan dia akan menggelar acara nonton bareng dengan para konstituennya. Acara ini juga bisa menjadi wadah menyerap aspirasi masyarakat.
(sindo//pie)