JAKARTA- Tindak kekerasan yang terjadi di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) terus berbuntut panjang. Akibat kekerasan itu, STIP berencana tidak akan membuka pendaftaran baru taruna regular tahun ini.
"Kemungkinan ini sedang dibahas walaupun proses pendaftarannya sudah berjalan. Untuk yang sudah mendaftar rencananya akan dialihkan ke STIP di Surabaya atau Makassar," ujar Kepala Diklat Perhubungan, Didi Darmawan dalam jumpa persnya di Gedung Diklat Perhubungan, Jalan Merdeka Timur No. V, Jakarta Pusat, Rabu (18/6/2008).
Rencana itu dilakukan untuk mencegah semakin meluasnya tindak kekerasan di lingkungan STIP. Tak hanya itu, pengawasan ketat pun akan dilakukan di lingkungan STIP. Sekira 16 anggota TNI akan dikerahkan untuk menjaga kemanan di lingkungan tersebut.
"Dari 16 anggota TNI, satu orang perwira dan 15 orang bintara. Kita juga akan pasang CCTV di lorong-lorong termasuk di bagian-bagian gedung STIP yang memungkinkan terjadinya tindak kekerasan.
"Rencananya juga akan dilakukan pemisahan ruang belajar, ruang makan dan sarana untuk bintara tingkat IV,II dan I. Ini dilakukan untuk menghindari komunikasi yang tidak terstruktur," jelasnya.(lut)
(fit)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan