JAKARTA- Petugas dari Badan Diklat Perhubungan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) di wilayah Marunda, Jakarta Utara. Ketika sidak di ruang asrama STIP, sejumlah taruna-taruni terkejut melihat puluhan wartawan berada di dalam kamar mereka.
Dari pantauan okezone, Rabu (18/6/2008) usai mengikuti kegiatan belajar mengajar, para taruna dan taruni kaget saat sejumlah wartawan berada di dalam ruangan kamar asrama. Mereka tidak tahu bahwa ada sidak di lingkungan sekolah itu. Spontan gaya kikuk kebingungan pun terlihat.
"Ada apa ini, kita bisa masuk ngakk," ujar salah seorang taruni saat terkejut melihat asramanya diobok-obok.
Sementara itu, ketika sidak berlangsung , situasi belajar di STIP pun terlihat normal. Sekolah yang memiliki luas sekira 30 hektar itu juga dilengkapi dengan sarana dan prasarana latihan yang cukup lengkap. Dari auditorium hingga lorong-lorong penghubung asrama terlihat dipasang CCTV termasuk di koridor asrama. Sebanyak 4 anggota TNI AL yang diperbantukan untuk menjaga kemanan lingkungan STIP pun terlihat sudah bersiaga.
Mereka mengenakan seragam tentara loreng-loreng tampak berdiri di perbatasan asrama taruna dan taruni.
Hingga kini sidak masih terus berlangsung, mulai dari ruang belajar, ruang makan, asrama dan tempat latihan terus ditinjau. Sidak ini dilakukan akibat kekerasan yang sempat terjadi di lingkungan STIP hingga menyebabkan satu taruna, Agus Bastian Gultom tewas karena dianiaya seniornya. Akibat penganiayaan itu, Polres Jakarta Utara menetapkan 10 orang siswa STIP sebagai tersangka kasus kekerasan di sekolah tersebut. (lut)
(fit)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan