BANTUL - Buntut perusakan pondok pesantren (ponpes) Ilmu Giri, Desa Selo Pamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul yang dilakukan oleh warga sekitar ponpes pada Senin 16 Juni lalu mendapat perhatian serius dari Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Kapolda DIY Brigjen Pol Untung R Rajab di sela-sela sidak di lokasi ponpes Ilmu Giri menyatakan, pihaknya akan mengusut tuntas tindakan perusakan ponpes yang diasuh oleh Nasruddin Anshoriy sebagai buntut kemarahan warga atas dugaan tindakannya menghamili santri yang belum dinikahinya.
"Kita belum melakukan pemanggilan terhadap pihak-pihak yang terlibat, namun kita pastikan akan kita panggil untuk memberikan kesaksian. Yang utama saat ini mengamankan terlebih dahulu. Masyarakat juga diberi pemahaman melalui perangkat desa yang ada seperti pak dukuh, pak lurah dan ini tidak perlu diributkan, karena sudah ditangani polisi," ujarnya.
Terkait dengan tindakan pimpinan ponpes Ilmu Giri yang menghamili santrinya, Untung menyatakan pihaknya juga akan membuktikan apakah santrinya benar-benar hamil atau tidak dengan memeriksakan ke dokter kandungan.
"Dari langkah itu kan kita mengetahui apakah wanita tersebut hamil atau tidak. Ini bagian dari langkah penyelidikan yang dilakukan oleh aparat. Polisi tidak bekerja dengan kira-kira," katanya.
Lebih lanjut Untung menyatakan fakta-fakta awal yang bisa untuk penyelidikan awal adalah bukti adanya gapura yang dibakar, faktanya ada tokoh yang memimpin ponpes dan juga sebab-sebab lain kenapa pembakaran itu terjadi.
"Ini kejadian biasa-biasa saja sehingga penyelidikan yang dilakukan seperti kasus biasa. Apalagi tempat ini kan hanya tempat orang-orang berkumpul saja, bukannya pesantren. Ini kan ada upaya-upaya dari orang punya kelebihan untuk membantu masyarakat," tandasnya.
(Daru Waskita/Trijaya/hri)