Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Nostalgia Mainan Tradisional di Tengah Serbuan PS

Rus Akbar , Jurnalis-Senin, 07 Juli 2008 |14:35 WIB
Nostalgia Mainan Tradisional di Tengah Serbuan PS
A
A
A

PADANG - Panasnya terik matahari menyengat ubun-ubun namun tak mengurangi semangat anak-anak se-Sumatera saat mengikuti kompetisi permainan anak tradisional di halaman Museum Adytiawarman Sumatra Barat, Kota Padang. (7/7/2008)

Terompa Galuak, Engrang, terompa panjang, itulah jenis permainan anak yang diperlombakan dalam festifal permainan anak tradisional se-Sumatera Barat yang diselenggarakan 6-8 Juli.

Farizal (41) warga Kampung Jua, Kecamatan Lubuk Bagalung, ikut bertadang ketempat itu menemani anaknya ikuti pertandingan yang dilombakan museum Adityawarman, sangat senang, tak hanya menemani sang anak tapi mengenang masa lalu waktu ia masih anak-anak.

Menurutnya permainan Egrang sangat menyenangkan dan itu menjadi mainan favoritnya, sewaktu ia berusia 14-15 tahun. Di kampungnya, ketika listrik belum masuk, ia bersama temananya sering membuat mainan engrang itu.

"Kami bermain itu saat bulan puasa, menjelang berbuka, kami bermainan untuk menunggu beduk Magrib sebagai tanda berbuka puasa, bahkan mau sholat tarawih memakai kaki kayu itu agar tidak terpijak kotoran, jadi sampai di Mesjid tidak perlu berwuduk lagi," ujarnya dengan tawa.

Membawa engrang itu tidak mudah, jika tidak hati-hati maka akan terjatuh bahkan tersungkur, selama Farizal belajar menunggang engrang tersebut sudah tak terhitung berapa kali itu harus jatuh bahkan ia pernah jatuh kedalam sawah.

"Bagaimana lagi itu mainannya sangat asyik serta menantang nyali kita untuk menunggangi engrang tersebut," katanya.

Ia menyayangkan saat ini dengan kemajuan teknologi anak saat ini, tidak lagi memainkan mainan tradisional, komputer dan Playstation menjadi mainan anak-anak. "Padahal mainan engrang tersebut juga sebagai olahraga dan bergaul akrab sesama teman-teman," ujarnya.

Sementara Yoga Defrimarta (10) pada okezone mengatakan permainan ini sangat menyenangkan meski sedikit kaki saya sakit tapi sangat asyik "Untuk naik keatas engrang ini sangat susah perlu keseimbangan," katanya sambil tertawa.

Ketua Panitia Festival Permainan Anak Tradisional Se-Sumatera, Suardi menjelaskan perlombaan ini diadakan dalam rangka melestarikan budaya anak Nusantara serta menghidupkan kembali permainan anak tradisional ini.

"Saat ini permainan tradisional tersebut sudah tidak ada lagi maka kami kembali menghidupkannya dengan cara perlombaan," terangnya.

Dalam perlombaan tersebut diikuti provinsi tetangga, Sumatra Utara, Riau, Bengkulu dan Jambi, perlombaan tersebut dibagi tiga jenis mainan, terompa galuak, engrang, terompa panjang. Selain itu museum Adityawarman memamerkan permainan anak-anak seperti suling, gasing-gasing dan lain-lainnya.

(Fitra Iskandar)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement