BANDUNG - Tiba-tiba saja, sekitar pukul 14.00 WIB, Selasa (8/7/2008), Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan (YPK) Bandung roboh. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
Pasalnya gedung yang dimaksud, merupakan sebuah gedung kosong yang telah tidak terpakai lagi dan berada di dalam kompleks Gedung YPK Bandung. Selain itu, saat gedung roboh, tidak seorang pun berada di sekitar gedung. Padahal biasanya, beberapa orang sering berlalu lalang di sekitar gedung untuk mengambil jalan pintas.
Bagian-bagian gedung yang ikut roboh pun, tidak semuanya. Sisi utama gedung, masih tersisa. Hanya plafon dan tembok dalam saja yang runtuh. Sehingga jika digambarkan gedung bisa dikatakan runtuh ke dalam.
Walau pun mengejutkan orang-orang yang berada di sekitar gedung, robohnya Gedung YPK dimaklumi. Karena gedung yang berlokasi di Jalan Braga Bandung ini memang sudah sangat tua dan rapuh. Setidaknya usia gedung ini mencapai 28 tahun.
Salah seorang penjaga kemanan kompleks Gedung YPK Abun (39) mengatakan, dirinya sudah mengetahui tanda-tanda keruntuhan bangunan yang sudah cukup tua tersebut. Yakni, jatuhnya beberapa kayu plafon.
"Dari semalam sudah bunyi kayu, kretek, kretek... Terus sudah ada kaso jatuh," kata Abun.
Sementara itu, menurut Ketua Dewan Kurator Sunda YPK Jawa Barat Uu Rukmana yang kebetulan berada di lokasi kejadian mengakui, robohnya gedung ini dikarenakan usia bangunannya yang sudah purna.
"Karena hampir 90 persen bangunan yang ada belum diperbaiki sejak 10 tahun yang lalu," ungkap Uu.
Gedung yang roboh pada siang bolong ini merupakan gedung yang pernah digunakan sebagai gedung kantor YPK. Namun belakangan tidak lagi digunakan karena struktur bangunannya yang sudah sangat tua dan membahayakan. Gedung ini merupakan gedung kebanggaan dalam pengembangan kesenian, khususnya seni sunda di Jawa Barat.
(Hariyanto Kurniawan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.