getting time...

NEWS » News

Ada SARA dalam Pemilihan Rektor Untar?

Hariyanto Kurniawan - Okezone
Senin, 14 Juli 2008 22:31 wib

JAKARTA - Ada bau tak sedap dalam pemilihan rektor Universitas Tarumanegara (Untar). Bau yang menyengat ini dikabarkan terkait etnis tertentu yang bisa menduduki kursi rektor Untar peridoe 2008-2012.

"Tidak ada. Tidak ada isu itu," kata Ketua Panitia Pelaksana Pemilihan Rektor Untar Serian Wijanto saat dikonfirmasi okezone, Senin (14/7/2008).

Namun Serian tidak mau menanggapi lebih lanjut persoalan ini dan cenderung menutup diri. Hal yang sama juga dikatakan Guru Besar Fakultas Ekonomi Untar Prof Carunia Firdausy.

"Tidak ada isu seperti itu. Yang ada hanyalah sedikit perbedaan pendapat saja," jelas Carunia.

Dalam pemilihan rektor Untar dikabarkan sejak awal proses pemilihan bersifat tertutup dan pengambilan putusan utama di Wakil Ketua Dewan Pembina Yayasan Singgih D Gunarsa, sudah punya calon yaitu Dr Monthy P Satiadharma.

Dari empat calon, ada dua orang yang dianggap kuat yaitu Monthy dan Prof Sofia W Alisjahbana. Dalam proses penyusunan rekomendasi dari Senat Untar, Sofia mengungguli Monthy. Namun, Singgih tetap mengangkat Monthy sebagai rektor.

Sikap Singgih yang keukeuh menimbulkan pro dan kontra. Karena terdesak, Singgih pernah mengucapkan kalimat berbau SARA, bahwa rektor Untar harus beretnis tertentu, karena Yayasan Untar mayoritas pemiliknya juga beretnis tertentu.
(hri)

  • Wahabi bin Salafi Kafir » 0 Tanggapan
    ternyata masih ada juga orang kolotnya diperguruan tinggi,emang kita bisa protes ama Tuhan agar dapat ganti suku/etnis. Itu sih takdir,dan semua suku sama dimata Tuhan. Payah deh Singgih.....
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.