Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ribuan Turis Saksikan Ritual Kremasi Raja Ubud

Miftachul Chusna , Jurnalis-Selasa, 15 Juli 2008 |12:30 WIB
Ribuan Turis Saksikan Ritual Kremasi Raja Ubud
A
A
A

UBUD - Puluhan ribu wisatawan asing dan lokal menyerbu kawasan wisata Puri Ubud, Gianyar, Bali. Mereka datang untuk menyaksikan rangkaian ritual kolosal berupa Ngaben keluarga Raja Ubud.

Upacara terbesar sepanjang sejarah ritual Ngaben di Bali ini di tujukan untuk tiga jenazah  pewaris Kerajaan Ubud, yakni Tjokorda Gde Agung Suyasa atau Tjok Suyasa dan dua kerabatnya, Tjokorda Gde Raka, dan Gung Niang Raka. Puncak Ngaben Agung sendiri dimulai pukul 12.00 Wita, Selasa (15/7/2008).  

Lautan manusia itu saat ini terkonsentrasi mulai dari halaman Puri Ubud hingga menuju setra (komplek pemakaman) Raja Ubud yang berjarak sekitar 2 km. "Rute inilah yang akan dilalui oleh arak-arakan bade (keranda mayat)," kata juru bicara Puri Ubud Tjokorda Kertiyasa.

Menurut Tjok Kertiyasa, bade diusung 8.000 orang 67 desa adat di Bali secara estafet. Satu regu pengusung berjumlah minimal 150 orang. Ini karena tinggi bade mencapai 28,5 meter dengan berat 6 ton.   

Untuk memperlancar ritual ini, arus lalu lintas menuju pusat kota sudah ditutup semenjak 1 jam yang lalu. Sebuah mobil gegana dari Brimob Polda Bali juga tampak siaga di depan Puri Ubud.

Ritual Ngaben Agung ini terhitung sangat langka. Tjok Suyasa sendiri sudah menjadi kepala keluarga kerajaan sejak tahun 1967 dan wafat 28 Maret 2008 lalu. "Almarhum menjadi pewaris kakeknya yang menjadi Raja Ubud yang terakhir, Tjokorda Gde Sukawati," ujar Kertiyasa.

(Fitra Iskandar)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement