UBUD - Ritual Ngaben (pembakaran jenazah) aja Ubud Tjokorda Gede Suyasa berlangsung secara kolosal dan akbar. Bersamaan dengan itu, 68 jasad warga juga ikut diaben (dibakar) secara massal untuk menemani arwah sang raja.
Puluhan ribu warga berbaur dengan wisatawan lokal dan asing turut memberikan penghormatan terakhir saat bade (keranda raksasa) setinggi 28,5 meter dan berat 11 ton yang membawa jenazah Tjok Suyasa diberangkatkan dari tempat persemayaman di Puri Ubud, pukul 12.00 Wita, Selasa (15/7/2008).
Jasad sang raja pun kemudian diarak menuju setra (kuburan) dengan menempuh jarak sekitar 2 km atau ke arah timur dari lokasi puri. Sebuah patung naga raksasa sepanjang 7 meter ikut diusung mengiringi bade.
Lautan manusia pun tumpah di sepanjang jalan yang menjadi rute pengusungan bade. Puluhan ribu warga berpakaian adat bercampur turis saling berjejal untuk melihat bade yang diusung oleh 8.000 warga secara bergantian. "Bagi kami, tak ada hadiah terindah selain penghormatan terakhir kepada almarhum," ujar juru bicara Puri Ubud Tjokorda Kertiyasa yang turut dalam arak-arakan.
Sesampainya di setra, jenazah Tjok Suyasa kemudian diperciki dengan air suci dan dilanjutkan dengan pembakaran. Turut pula dikremasi dua kerabat terdekatnya, yakni Tjokorda Gde Raka dan Gung Niang Raka. Sedikitnya 68 jasad warga juga diaben massal sehingga akan menemani arwah sang raja.
Ritual yang kembali digelar setelah tahun 1976 ini juga dihadiri sejumlah pejabat negara dan tokoh nasional. Di antaranya Menbudpar Jero Wacik, Ketua BPK Anwar Nasution, Ketua Partai Demokrasi Pembaharuan (PDP) Laksamana Sukardi, mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono dan calon Gubernur Bali tepilih Made Mangku Pastika.
(Fitra Iskandar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.