tragedi sukhoi

NEWS » News

Kekeringan Melanda, ABG Dijadikan Penjaja Seks

Fitra Iskandar - Okezone
Minggu, 20 Juli 2008 09:51 wib

JAKARTA - Dalam operasi yang dilakukan Polsek Taman Sari Sabtu malam 19 Juli 2008 di berbagai tempat hiburan malam di Jalan Hayam Wuruk di Komplek Lokasari Jalan Mangga Besar Jakarta Barat, polisi menemukan 10 perempuan di bawah umur yang ikut bekerja sebagai pekerja seks komersil.

Para remaja belia itu diduga merupakan korban trafficking yang diambil para mucikari dari berbagai daerah di Jawa. Menurut Seto Mulyadi aktivis perlindungan anak yang ikut menemui korban, mereka umumnya bekerja di tempat yang tidak layak itu lantaran dijebak.

"Saya berbicara dengan mereka ada di antaranya merasa diajak sebagai penari, karena kakaknya sudah bekerja lebih dulu, ada yang keluarga terjerat hutang untuk membayar anak itu diajak bekerja di tempat itu," ungkap Seto Mulyadi saat berbincang dengan okezone, Minggu (20/7/2008).

Menurut dia, para remaja malang itu berasal dari di desa-desa yang penduduknya miskin dan tengah dilanda kekeringan.

"Mereka berasal dari wilayah yang panennya gagal karena musim kering.Karena kemiskinan orang tua mereka meminjam uang namun tidak bisa mengembalikan.Sehingga mereka dipaksa bekerja sebagai pekerja seks komersil," terang pria yang akrab dipanggil Kak Seto ini.

Sementara itu, penangkapan tersebut, menurut Kak Seto semakin membuka mata bahwa perlindungan terhadap ribuan anak-anak masih minim sehingga pemerintah harus lebih serius mengantisipasi maraknya kasus perdagangan anak.

"Itu bertentangan dengan UU perlindungan anak. Selama ini hal itu cenderung dibiarkan. Pelanggaran hak anak semakin serius. Pemerintah seharusnya lebih serius menangani hal ini karena Indonesia terikat konvensi perlindungan anak," ungkapnya.

Demikian dia menyatakan apresiasinya terhadap jajaran kepolisian Polsek Taman Sari yang mau mengungkap kasus perdagangan anak di wilayah hukumnya.

"Langkah yang dilakukan oleh Polsek Taman Sari perlu diapresiasi dan perlu diikuti. Semua pihak harus bersama-sama mencegah, sektor pariwisata dan di daerah perbatasan," pungkasnya.

Sementara itu menurut Kak Seto para korban itu akan dipulangkan ke daerahnya masing-masing dan nantinya akan dititipkan di pusat rehabilitasi sosial anak di Bambu Apus.
(fit)