Kirab Naik Tahta Raja Solo Diikuti Pangeran Henry

SOLO - Prosesi Tingalan Jumenengan PB XIII Hangabehi Keraton Kasunanan Solo masih berlanjut. Setelah sebelumnya acara wisuda pemberian gelar telah dilakukan, puncak acara "Tingalan Jumenengan" dengan pagelaran Tari Bedoyo Ketawang digelar di Sasana Sewaka Keraton Solo. Setelah itu, prosesi ditutup dengan acara kirab kereta keraton, Selasa (29/7/2008).

Penanggungjawab Kirab KRMH Satryo Hadinagoro menjelaskan, sebelum pagelaran Tari Bedoyo Ketawang, sempat dilakukan wisuda gelar untuk kalangan pejabat. Tercatat ada Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Erman Suparno mendapat gelar Kanjeng Pangeran (KP), Bupati Wonogiri Begug Poernomosidi naik pangkat dari Kanjeng Pangeran (KP) menjadi Kanjeng Pangeran Adipati Aryo (KPAA).

Selain itu, sejumlah artis ibukota juga kebagian gelar keraton. Antara lain Krisbiantoro, Maya Estianty, Nia Daniati, Farhat Abbas, Kartika Soekarno, Kak Seto, Dwiki Dharmawan, dan lainnya.

"Untuk Tari Bedoyo Ketawang dilakukan di hadapan raja. Tarian ini khusus dipentaskan tiap peringatan jumenengan. Jadi ya setahun sekali," jelasnya.

Tari Bedaya Ketawang ditarikan oleh sembilan wanita yang belum menikah. Tarian ini disebut-sebut mempunyai nilai yang berbau "klenik" karena dikatakan ada penari ke-10 yang tidak tampak dengan mata telanjang.

Sementara itu, jalannya kirab sendiri cukup meriah. Kirab tersebut melibatkan sekitar 10 kereta koleksi Keraton Solo sehingga menjadi daya tarik masyarakat untuk menyaksikan. Apalagi, dalam kirab itu Kereta Kiai Garuda Kencana yang ditumpangi Raja Keraton Solo PB XIII Hangabehi ikut serta dalam kirab. Terlihat pula Pangeran Henry dari Belgia dan Menaker Erman Suparno, utusan dari Malaysia serta Lampung dalam kirab tersebut.

"Dalam kirab ini, dari keraton ada 10 kereta yang ikut kirab," tambah Satryo. (hri)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Rekomendasi KPK Soal Menteri Jokowi Tak Perlu Diumumkan ke Publik