SLAWI - Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-63 di Kabupaten Tegal, Minggu (17/8/2008), tercoreng akibat ulah belasan siswa SMK Peristek Pangkah. Usai mengikuti upacara detik-detik Proklamasi, belasan pelajar itu tiba-tiba melempari gedung SMA PGRI Slawi, dengan batu secara membabi buta, sekitar pukul 09.00 WIB.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun Arif Budiman,15, seorang pelajar SMAN 2 Slawi menjadi sasaran aksi pelajar tersebut hingga mengalami luka memar di kepalanya.
Bahkan, sepeda motor Yamaha Jupiter warna hitam miliknya nopol G 6835 JP rusak akibat diamuk pelajar itu. Tak hanya itu, aksi belasan pelajar itu juga membuat sejumlah genteng, garasi, ruang PMR dan sepeda motor milik salah seorang guru SMA PGRI yang diparkir di depan halaman sekolah rusak terkena lemparan batu.
Menurut Wakil Kepala Bidang Kesiswaan (Wakasiswa) SMA PGRI M Johari, aksi serangan pelajar SMK Peristek itu dilakukan secara mendadak. Saat kejadian, sebagian siswanya berada di ruangan sedang merangkai pernak-pernik untuk kegiatan karnaval.
Saya tidak tahu penyebab aksi pelajar itu. Tiba-tiba, sekolah kami diserang oleh belasan pelajar yang menggunakan sepeda motor semua. Mereka melempari sekolah dari luar pagar dengan batu berukuran besar,kata dia, Minggu (17/8/2008).
Dia menjelaskan, setelah melempari sekolahnya belasan pelajar itu melarikan diri. Namun, satu orang siswa sempat menjadi bulan-bulanan warga karena ketangkap saat hendak kabur. Beruntung, aksi warga tersebut tidak berlanjut setelah pelajar itu diamankan Sunaryo, salah seorang guru SMA PGRI. Pelajar itu kemudian dibawa ke Mapolsek Slawi.
Arif Budiman (15) mengaku tidak tahu duduk persoalannya. Ia tiba-tiba saja dipukuli belasan pelajar SMK Peristek saat menunggu temannya di pertigaan Jalan Trayeman, Slawi.
"Saya lagi nunggu teman, tiba-tiba dihajar mereka (pelajar SMK Peristek). Kepala saya dipukul dengan kayu dan kaca lampu depan sepeda motor saya pecah dihantam batu,ujar siswa kelas 11 IPS 2 SMAN 2 Slawi ini, di kantor polisi.
(Kastolani/Sindo/fit)