SURABAYA - Abdul Halim (34) tahun pederita kaki gajah asal Desa Watukebo Kecamatan Rogojampi Banyuwangi mulai merasakan kelainan pada kakinya sejak kelas dua SD. Pada saat itu kaki sebelah kirinya terdapat bintik-bintik merah dan bengkak. Oleh orangtuanya, Halim cuma diberi ramuan dari minyak kayu putih dicampur dengan akar-akaran dari tanaman pakis.
"Begitu dikasih ramuan itu, bengkaknya kempes panasnya juga hilang," tutur Halim di RSUD Dr Soetomo Surabaya (26/8/2008).
Namun kejadian bengkak dan terasa panas tersebut berulang hingga tiga kali dalam waktu yang berbeda. Terapi pengobatan oleh orangtua Halim pun masih sama: diberi minyak kayu putih dicampur dengan akar-akaran dari tanaman pakis.  Â
"Tapi untuk bengkak yang ketiga kalinya sudah tidak mempan. Dikasih ramuan dari minyak-minyakan tadi, rasa panasnya memang hilang tapi bengkaknya masih tetap ada," ujar Halim.
Akhirnya pertumbuhan kaki gajah Halim ini mulai sangat tampak pada saat Halim menginjak kelas 3 SD. Kakinya semakin lama semakin membesar. Berbagai pengobatan pun dijalani oleh Halim kecil tersebut pengobatan ke paranormal.
"Bapak saya dulu adalah pemain bola andalan di Persewangi (Persatuan Sepakbola Banyuwangi). Setiap kali bapak mau main bola, mesti penyakit saya kambuh. Ini dikaitkan jika sakitnya saya memang diguna-guna orang agar konsentrasi bapak main bola pecah. Makanya percaya saja kalau ini penyakit karena diguna-guna," ujar Halim.Â
Namun, segala usaha sudah dilakukan untuk mengobati penyakit kaki gajah Halim, ternyata kesembuhan masih jauh dari harapan. Hingga akhirnya Halim memutuskan untuk berhenti sekolah kelas 2 SMP.
"Saya berhenti sekolah bukan karena malu, tapi memang saya sudah kerepotan lagi untuk bersekolah tiap hari. Karena beban berat yang harus saya bawa ini," kata Halim.
(Fitra Iskandar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.