SLAWI - Usaha memecahkan rekor MURI kategori pembacaan puisi terlama tidak mudah. Husin, seniman asal Palembang harus rela tidak tidur selama empat hari empat malam.
"Konsentrasi saya menurun drastis karena sudah empat hari tidak tidur. Saya juga merasakan seperti hidup di dua alam," ujar Husin di Slawi, Jawa Tengah, Rabu (27/8/2008).
Padahal, sambung dia, upaya pemecahan rekor MURI tersebut sudah dipersiapkan sejak lama. Dia telah berlatih sekitar satu tahun dengan melakukan berbagai jenis latihan. Di antaranya, latihan fisik dan tidak tidur pada malam hari selama satu bulan.
Dia menjelaskan, puisi yang dibawakannya selama empat hari empat malam itu berjumlah 450 judul. Ia hanya diberi istirahat selama lima menit setiap satu jamnya. Praktis waktu yang cukup sedikit dimilikinya itu hanya cukup untuk makan dan minum.
Husin mengaku rasa kantuk menjadi tantangan terberat dalam aksi gilanya ini. Untuk menjaga serangan itu, ia hanya mengonsumsi kopi dan makanan ringan yang disediakan pihak restoran sebagai penyelenggara.
Rasa kantuk yang dialami oleh Husin pun terpancar jelas dari sorot matanya yang merah dan daya respon rendah saat diwawancarai. Ia pun hanya berbicara singkat. Panitia pun hanya memberikan waktu 10 menit untuk mewawancarainya.
Sebelum memecahkan rekor pembacaan puisi terlama, Husin juga pernah mencatatkan diri sebagai manusia yang menempuh perjalanan terjauh dengan jalan kaki sejauh 1.548 km. Rekor itu ditempuhnya dari Pelabuhan Merak, Banten hingga Banyuwangi melalui jalur Pantura.
(Kastolani/Sindo/ful)