JOMBANG - Penderitaan Imam Hambali alias Kemat, terpidana kasus pembunuhan Asrori mulai dibuka keluarganya. Ibu kandung Kemat, Watini (70), mengaku anaknya sempat mencoba bunuh diri.
"Waktu itu, saya diminta polisi untuk menjenguk Kemat di Pusekesmas Badar Kedungmulyo. Tiba di sana, mulut anak saya berbusa dan dalam kondisi tangan yang diinfus," kenang Watini saat ditemui di rumahnya, Jumat (29/8/2008).
Menurut pengkuan polisi, kata dia, Kemat sempat berupaya bunuh diri dengan menenggak obat sakit kepala beberapa butir sekaligus. Namun, Watini baru mengetahui saat anaknya berada di dalam penjara setahun silam.
"Waktu saya jenguk, Kemat bilang kalau dia pernah coba bunuh diri karena dipaksa polisi untuk ngaku membunuh. Karena dipaksa, Kemat akhirnya frustasi dan melakukan tindakan bodoh itu," tutur Watini.
Dia menyesalkan tindakan kepolisian Polsek Bandar Kedungmulyo yang tega menganiaya buah hatinya. Menurut dia, Kemat adalah pria yang takut dengan kekerasan.
"Polisi yang menghajar anak saya itu harus diberi hukuman yang setimpal," tandasnya kesal.
(Tritus Julan/Sindo/teb)