Penetapan Nomor Urut Cabup Tegal Ricuh

SLAWI - Penetapan nomor urut pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Kabupaten Tegal diwarnai kericuhan.

Dalam pantauan di kantor KPUD Tegal, insiden terjadi setelah massa dari pasangan cabup independent Suhadi-Mujiburohman, yang dinyatakan tidak lolos dalam Pilbup memaksa KPU untuk meloloskan pasangan tersebut. Bahkan, mereka hendak menyegel kantor KPU.

Beruntung, aksi itu dicegah Kapolres Tegal AKBP Agustin Hardiyanto yang turun langsung menenangkan emosi massa. Penetapan nomor urut cabup itu sendiri berlangsung tegang dan mendapat pengawalan ketat dari puluhan petugas Polres Tegal.

Tak hanya itu, empat anjing pelacak dari Sat Satwa Polres dan Polresta Tegal ikut diterjunkan mengamankan jalannya rapat pleno terbuka penetapan nomor urut.

Protes massa Suhadi-Mujiburohman dipicu keputusan KPU yang tidak meloloskan pasangan itu maju dalam Pilbup Tegal. KPU beralasan pasangan ini tidak memenuhi persyaratan lantaran ijazah madrasah diniyah ulya (MDU) yang dimiliki Mujiburohman dinilai tidak setara dengan ijazah SMA. Sehingga, secara otomatis pasangan tersebut gugur untuk maju bersaing dalam Pilbup Tegal Oktober mendatang.

Kendati sempat diwarnai kericuhan, KPU tetap melaksanakan acara penetapan nomor urut. Hasilnya empat pasangan cabup dinyatakan sah menjadi kontestan.

Mereka adalah, pasangan Agus Riyanto-Hery Soelistyawan (PDIP), Hammam Miftah-Dimyati (PKB dan PAN), Ahdmad Ghautsun-Fikri Faqih (Golkar dan PKS), dan pasangan dari jalur independent Andhika Regalita-Abdul Basir.

Dihadapan Ketua KPU Ahmad Fatikhudin, Keempatnya sepakat untuk menandatangani perjanjian siap menang dan siap kalah. (teb)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Pidato Kenegaraan Jokowi Kecewakan GUSDURian