PKB dan PDIP Berebut Suara, Lampung Utara Panas

LAMPUNG - Ribuan massa pendukung calon bupati Lampung Utara Bachtiar Basri menduduki Kantor Bupati dan Pemda Kabupaten Lampung utara. Massa yang dipimpin langsung oleh Bachtiar Basri menolak penghitungan suara ulang yang dilakukan oleh KPU Lampung Utara atas hasil akhir pemilihan bupati.

Massa berkumpul dari pukul 9.00 WIB di Stadion Sukung Kotabumi Lampung  berjalan menuju Kantor Pemkab.Pukul 12.00 WIB Bupati dan Muspida menerima perwakilan massa namun pembicaraan antarkedua pihak menemui jalur buntu, karena untuk membatalkan hasil perhitungan suara ulang,  bupati terlebih dulu harus mendengarkan laporan dari panwas dan KPU Lampung Utara.

Suhu politik, di Lampung Utara mulai memanas pasca pemilihan Bupati di wilayah tersebut yang  berlangsung bersamaan dengan Pemilihan Gubernur Lampung 3 September lalu.

Memanasnya suhu politik di Lampung Utara berawal dari meninggalnya calon bupati  nomor urut tujuh dari Partai Golkar Zubaidah Hambali pada Kamis (21/8).

Oleh KPU nomor urut tujuh dianulir, sehingga suara yang mencolos pasangan Zubaidah - Subhan Efendi SH itu dianggap tidak sah.

Secara otomatis calon yang diusung PKB dan PBR Bachtiar Basri-Slamet Hariyadi menjadi pemenang. Namun KPU provinsi Lampung beberapa hari kemudian menyatakan jika surat  suara yang tercoblos di dua nomor urut, enam dan tujuh dianggap sah, sehingga diadakan penghitungan ulang pada 10 September oleh KPU.

Karena dianggap sah, suara untuk Zubaidah-Subhan menjadi milik pasangan Jainal Abidin-Rohimat Aswan yang diusung PDIP. Hingga saat ini tidak ada anggota KPU Lampung Utara yang bisa dihubungi untuk dimintai konfirmasi.    
(fit)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Curi Pasir Laut di Bali, Widiarta Didenda Rp5 Juta