Pemuda Asrama Brimob Ciputat Serang Anggota BMB

|

Pemuda Asrama Brimob Ciputat Serang Anggota BMB
JAKARTA - Peristiwa kematian enam remaja tanggung yang tenggelam di Danau Sasak Tinggi, Pamulang pagi tadi, masih menyisakan suasana tegang di sekitar Pamulang.

Sore tadi puluhan pemuda dari asrama Brimob Detasemen C Cipayung, Ciputat, memukuli salah seorang pemuda bernama Agus dari Barisan Muda Betawi (BMB) di Jalan Pamulang. Korban pun dilarikan ke RS S Marjuki Gaplek.

Diduga, para penyerang melakukan pengeroyokan karena mengira Agus ikut dalam tawuran yang berimbas pada tenggelamnya enam remaja asal asrama tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun okezone, peristiwa pemukulan itu terjadi saat para pemuda dari Asrama Brimob itu konvoi menggunakan motor menuju Polsek Pamulang. Di tengah jalan, mereka menjumpai Agus yang tengah berada di depan gang. Mereka pun langsung memukuli korban dan merusak sepeda motornya.

Menurut Iwan, rekan korban yang sempat menyaksikan dari jauh peristiwa pengeroyokan itu, saat peristiwa terjadi, Agus tengah menunggu rekan-rekannya dari BMB untuk bersama-sama berkonvoi ke Depok.

"Tadinya mau ngabuburit, Agus lagi nunggu teman-teman yang lain," kata Iwan di Polsek Pamulang, Minggu (14/9/2008).

Iwan yang juga salah satu anggota BMB mengatakan penyerangan terjadi karena kesalahpahaman. Pemukulan itu hanya berlangsung sebentar karena mereka berhasil dilerai. Massa dari asrama Brimob pun kembali pulang.

"Mereka itu teman-teman kami, di antara kami banyak yang pernah satu sekolah dengan mereka. Kami menganggap mereka masih saudara, tapi sayang sikap mereka seperti itu," sesalnya.

Sementara itu para pemuda yang kembali ke asrama langsung dikumpulkan di tengah lapangan di depan Masjid At-Taqwa.

Menurut Kapolsek Ciputat AKP Ngisa Asngar, para pemuda itu dikumpulkan untuk diberi pengarahan agar tidak terpancing emosi. Namun Kapolsek enggan memberi komentar soal rencana kedatangan para pemuda itu ke Polsek Pamulang, sebelum insiden itu terjadi. (fit)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Lomba Sra' Pasra'an Mantan di Tengah Lunturnya Budaya Madura