Limbah Pabrik Gula di Bantul Dianggap Berkhasiat

Kamis, 18 September 2008 16:45 wib | Daru Waskita - Trijaya

BANTUL - Mohadi Zainuri ditemukan tewas sekira pukul 19.20 WIB Rabu malam (17/9) di parit yang dialiri limbah cair dari pabrik gula (PG) Madukismo. Kakek berusia 70 tahun itu meninggal setelah diduga melakukan terapi untuk menyembuhkan penyakitnya.

Entah dari mana ceritanya, masyarakat sekitar pabrik itu, tiba-tiba meyakini air limbah pabrik gula itu berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit seperti rematik, asam urat, dan penyakit kulit.

Menurut pentuturan Judiman, warga setempat, cerita khasiat limbah PG Madukismo ini mulai beredar pada awal puasa tahun ini.

Kabarnya, ada warga Klaten Jawa Tengah sembuh dari penyakit stroke setelah melakukan terapi dengan berendam di parit yang dialiri limbah PG Maduskismo yang ada di Pedukuhan Padokan, Desa Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul itu.

"Informasi dari mulut ke mulut membuat parit di selatan PG Madukismo saat ini ramai dikunjungi warga yang menderita penyakit yang tak kunjung sembuh," ujar Judiman (54) Kamis (18/9/2008).

Saat ini menurut Judiman, warga yang melakukan terapi dengan air limbah PG Madukismo sudah mencapai ribuan bahkan hingga tengah malam pun terapi dengan berendam atau sekedar mencelupkan kakinya ke air limbah masih terus berlangsung.

"Paling banyak warga yang melakukan terapi dengan air limbah PG Madukismo saat menjelang buka, karena sambi ngabuburit," terangnya.

Judiman yang juga pegawai PG Madukismo ini mengaku, limbah PG Madukismo sendiri tidak setiap hari ada. Limbah mengalir jika pabrik sedang memproduksi gula (musim giling) yang dilaksanakan pada bulan Mei hingga September.

"Limbah PG Madukismo sendiri akan berhenti dan tidak lagi mengalir ke saluran air di sekitar pabrik pada tanggal 21 September mendatang karena proses giling telah selesai," katanya.

Sementara itu Suyadi (27) warga Imogiri Bantul yang sempat ditemui tengah merendam kakinya di parit, mengaku merasakan adanya penurunan rasa nyeri pada kedua kakinya, setelah melakukan terapi itu.

"Air limbah tersebut suhunya hangat sehingga serasa mandi dengan air hangat. Kedua kaki saya yang sering tersa nyeri juga mulai berkurang nyerinya" katanya.

Dia menyatakan pada awalnya dirinya tidak percaya bahwa limbah cair PG Maduksimo dapat menyembuhkan penyakit karena ikan yang berada di aliran limbah tersebut akan mati, namun setelah mencobanya dirinya mulai percaya air limbah yang baunya tidak sedap tersebut punya khasiat menyembuhkan penyakit nyeri pada kedua kakinya.

"Pada awalnya saya tidak percaya karena ikan pun akan mati jika ada limbah dari PG Madukismo, namun setelah mencobanya saya percaya," pungkasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul Siti Noor Zaenab menyatakan Dinas Kesehatan Bantul bersama Balai Penelitian Kesehatan Lingkungan (BPKL) masih meniliti kandungan air limbah PG Madukismo.

Penelitian dengan cara mengambil sampel air dilakukan untuk meneliti apakah kandungan air limbah itu berbahaya bagi masyarakat atau tidak. Ini juga dilakukan, apakah justru memberi manfaat bagi masyarakat.

Menurutnya hasil dari penelitian itu baru bisa diketahui dalam waktu tiga minggu ke depan."Dari penelitian itu baru diketahui kandungan air limbah itu," terang Noor Zaenab, Kamis (18/9/2008).

Karena belum ada dasar dari hasil penelitian itulah, pihaknya belum bisa melakukan tindakan apa-apa terhadap masyarakat yang memanfaatkan air limbah tersebut. Baik itu berbentuk imbauan maupun larangan.

"Yang jelas, masyarakat saya harapkan berhati- hati saja," harapnya. (Daru Waskita/Trijaya/fit)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »