getting time...

NEWS » News

Ketum PAN: Kalau Ganggu Kami, Ngapain Koalisi

Mardanih - Okezone
Minggu, 21 September 2008 07:07 wib

JAKARTA - Setelah wacana koalisi antara PDIP dan PKS bergulir, PAN, Hanura dan PBR pun tidak mau ketinggalan. Dalam acara buka bersama di rumah Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir yang dihadiri juga oleh Ketua Umum Hanura Wiranto dan Ketua umum PBR Bursah zanubi, keinginan koalisi itu pun bergulir.

Apakah koalisi itu dibentuk untuk menyaingi koalisi PDIP dan PKS, berikut petikan wawancara okezone dengan Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir di kediamannya di Jalan Metro Pondok Indah No 29 Jakarta Selatan, Sabtu (20/9/2008).

Apakah koalisi alternatif ini untuk mengusung capres bersama?

Ya, tidak mungkin capres itu diusung dari satu partai karena kami beragam. Apalagi kami menggunakan sistem multi partai, jumlah partai ada 38, tidak mungkin usung capres sendiri.

Apakah koalisi alternatif ini untuk menyaingi wacana koalisi PDIP dan PKS?

Tidak ada imbang-imbangan. Kami perlu koalisi besar, nantinya bersaing dan bertanding kemudian setelah itu bersatu menyelesaikan masalah bangsa yang rumit ini. Karena tanpa ada persatuan susah. Jika nanti ada yang oposisi, maka oposisi yang konstruktif, bukan oposisi yang asal beda, asal memaki-maki pemerintah, itu sudah bukan zamannya lagi, harus ada koalisi besar atau bisa dibilang barisan Indonesia, jadi ada PPP, PKB,dan partai-partai lain.

Apakah PKS juga akan ditawari untuk berkoalisi?

Semuanya mungkin. Tapi koalisi itu tidak kira-kira yang mempunyai niat yang kurang baik terhadap partai kami. Kalau partai kami diganggu terus bagaimana mau koalisi.

Apakah koalisi ini harus segera dilakukan sebelum pemilu legislatif, agar lebih mudah mensosialisasikannya ke level grass root, seperti yang dikatakan pengamat?

Pengamat itukan boleh memberikan pandangan tapi politisi punya pandangan sendiri. Koalisi itu tidak harus tanda tangan MOU, pertemuan ini sudah bentuk koalisi dan nanti akan dimatangkan lagi sampai pada kesepakatan visi, setelah itu siapa yang pantas jadi calon presiden, dan itu variabelnya banyak, termasuk perolehan suara partainya, kalau perolehannya sedikit masa minta jadi capres.
(fit)