JAKARTA - Menjelang Pilpres 2009 perbincangan soal pasang-memasang kandidat presiden dan wakil presiden, kian hangat . Tak pelak, partai-partai politik mulai melakukan "penjajakan" untuk memulai koalisi di 2009.
Ketua Bidang Politik Partai Demokrat Anas Urbaningrum menyatakan partai Demokrat sudah mulai membangun komunikasi ke semua partai, namun yang pasti Partai Demokrat tidak akan berkoalisi dengan partai yang sudah punya calon presiden.
"(Partai) yang belum berpikir nomor 1 (Presiden) nomor 2 (Wakil Presiden) juga boleh," terangnya dengan mantap kepada okezone, Senin (22/9/2008).
Sebab itu, ketika disinggung mengenai kemungkinan berkoalisi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Anas langsung menepisnya. "PDIP kan sudah mengusung nomor 1 (Capres Megawati)," ucapnya.
Sementara itu, Anas menegaskan koalisi yang sesungguhnya akan dibangun setelah pemilu legislatif pada April 2009.
"Sekarang kami mendukung beliau (SBY) bekerja dengan optimal dengan penuh konsentrasi dan kompak, nanti 2009 (koalisi) baru dibahas," jawabnya yakin.
Bagi Demokrat koalisi nantinya tidak melihat dikotomi partai berbasis nasionalis ataupun agamis. "Agamis ataupun nasionalis tidak ada perbedaaan, saya kira sama saja," lanjut dia.
(fit)