BANDUNG - Pasangan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf (Hade), tepat hari ini sudah seratus hari menjabat sebagai gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat. Dalam perjalanannya sebagai pemimpin tatar sunda, sejumlah program Hade yang dijanjikan dinilai belum banyak terealisasi.
Partai oposisi di Jawa Barat PDI Perjuangan menilai kinerja pasangan muda tersebut dinilai belum maksimal. Pasalnya, sejumlah program yang pernah dijanjikan sewaktu kampanye belum terlaksana.
"Program ini seharusnya bisa diselaraskan dengan agenda yang sudah dirancang. Saya menilai agenda yang dilakukan gubernur cenderung terjebak dalam seremonial sehingga keduanya menjadi terikat," ujar Ketua PDIP Jawa Barat Rudi Harsa Tanaya saat dihubungi okezone, Selasa (23/9/2008).
Menurutnya, sederet janji yang pernah diucapkan Hade saat kampanye namun belum terealisasi di antaranya, membuka satu juta lapangan kerja dan merealisasi sekolah gratis.
Sedangkan menurut salah satu partai pengusung pasangan tersebut yakni Partai Amanat Nasional (PAN), menyatakan pasangan Hade harus tetap dikontrol oleh masyarakat, terutama dalam merealisasikan sederet janji saat kampanye.
"Perjalanan 100 hari ini, kepemimpinan Hade cenderung masih melaksanakan kegiatan yang sifatnya kebijakan publik yang strategis bagi rakyat, entah kapan semua janji itu akan terwujud? Tetapi kita harus tetap kritisi," ujar ketua PAN Jabar Ahmad Adib Zain.
Sedangkan pengamat politik Universitas Parahyangan Asep Warlan Yusuf menyatakan, saat ini pasangan Hade tengah melakukan tiga hal dalam menjabat. Diantaranya, membangun imej, membangun kepercayaan, dan membangun komiten terhadap janjinya.
"Janji itu bukan harus terbukti saat 100 hari bekerja tetapi lima tahun. Namun, mereka pernah berjanji jika dalam kurun waktu tiga tahun tidak menepati janjinya mereka siap mundur. Kita lihat saja," tandasnya.
(TB Ardi Januar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.