Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pembobol Bank Eksekutif Miliki Senjata FN

Muhammad Uzair , Jurnalis-Sabtu, 04 Oktober 2008 |19:22 WIB
Pembobol Bank Eksekutif Miliki Senjata FN
A
A
A

PALEMBANG - Peristiwa percobaan pembobolan brankas uang milik Bank Eksekutif Cabang Palembang itu nyaris menghilangkan nyawa Juarsyah (34),warga Kelurahan Sei Selayur Kecamatan Kalidoni Palembang itu.

Dia menjadi saksi kunci percobaan pembobolan brankas yang diduga berisi uang yang bernilai ratusan juta rupiah lebih. Menurut keterangan Djuarsyah, lima orang pelaku itu datang ke kantor Bank Eksekutif sekira pukul 23.30 WIB.

"Saya lihat ada mobil Xenia Silver B 8746 GN. Mobil itu milik Bank Eksekutif, dan selama ini dibawa serta digunakan oleh karyawan Bank juga," ujar korban saat di temui di ruang unit Pidek Sat Reskrim Poltabes Palembang.

Salah seorang pelaku, diduga adalah karyawan tetap Bank tersebut langsung masuk ke dalam kantor. Kehadiran para pelaku di sambut oleh saksi. Tiba-tiba saja, seorang pelaku langsung menodongkan senjata api jenis FN kearah telinga kanannya. Disusul empat pelaku lainnya, memegang tubuh korban.

"Saya ingat, dua orang di antaranya memegang pistol jenis FN. Dan tiga orang lainnya memegangi tubuh saya lalu memborgol tangan saya di besi pegangan tangga lantai II," kata Juarsyah. 

Masih dalam kondisi todongan senjata api, dia kemudian dibawa ke lantai II dan kedua tangannya diikat menggunakan borgol besi. Mulut saksi juga ditutup dengan menggunakan lakban warna hitam. Selama delapan jam lebih, saksi terikat di tempat tersebut.

Menurut dia, saat para penjahat itu beraksi, saksi hanya bisa mendengar suara orang yang mengelas dan mencoba membobol pintu brankas Bank Eksekutif tersebut.

Selama empat jam lebih, pelaku mencoba membobol pintu khasanah yang terbuat dari bahan Plat baja. Saksi juga mendengar pintu khasanah berhasil dibongkar oleh pencuri.

"Saya sempat mendengar suara besi yang terjatuh ke lantai. Dan selama mereka bekerja, para penjahat itu nyaris tanpa suara sedikitpun.

Terakhir saya dengar mereka bilang, 'sudah jam setengah empat' terus ada lagi seseorang yang bilang 'kita kehabisan gas'," kata dia. 

Setelah mendengar percakapan kecil itu, para pelaku satu persatu meninggalkan kantor tersebut. dia juga tidak mendengar langkah kaki para pelaku, keluar dari TKP.

"Selama mereka beraksi, saya tidak berani berbuat banyak. Mereka memegang senjata api, saya sangat ketakutan pak," ujar Juarsyah.

(Fitra Iskandar)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement