o1 o2

News


Operasi Yustisi Permalukan Indonesia di Mata PBB

Selasa, 7 Oktober 2008 - 08:51 wib
text TEXT SIZE :  
Share
Maria Ulfa Eleven Safa - Okezone

JAKARTA - Operasi Yustisi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terhadap para pendatang baru, dinilai akan mempermalukan Indonesia di mata Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

Koordinator Koalisi Non Government Organization (NGO) Indonesia untuk Advokasi HAM Internasional atau Human Rights Working Group (HRWG) Rafendi Djamin memaparkan Operasi Yustisi ini akan menjadi sorotan dan menuai kritik dari Komite PBB yang memantau konvensi HAM Ekosob PBB yang menyatakan bahwa hak-hak dasar rakyat Indonesia di bidang ekonomi, sosial dan budaya.

"Sanksinya, ya harga diri bangsa yang dipertaruhkan. Kita akan direpotkan di dunia Internasional mengenai praktek-praktek Yustisi yang jelas-jelas bertentangan dengan konvensi HAM Ekosob PBB," jelas Rafendi saat berbincang dengan okezone, Selasa (7/10/2008).

Perlu diketahui, pemerintah Indonesia dan DPR pada tahun 2005 telah melakukan keputusan politik dengan meratifikasi Konvensi HAM Ekosob PBB. Hal ini merupakan bukti bahwa Indonesia manjadi bagian dari HAM Internasional yang diputuskan secara demokratik sebagai bagian dari pelaksanaan kedaulatan negara. Tanggung jawab pelaksanaan konvensi ini terletak pada semua tingkatan pemerintahan termasuk Pemerintah DKI Jakarta.

Namun kebijakan Pemprov DKI Jakarta dalam bentuk Operasi Yustisi dinilai berbagai kalangan tidak mengindahkan perubahan norma dan perundang-undangan pada tingkat pusat di bidang perlindungan hak-hak dasar warga negara Indonesia.
(hri)

Bagi Pengguna Ponsel, BlackBerry Nikmati Berita Terkini Di http://m.okezone.com
Share
 Ada 0 komentar untuk berita ini. Komentar Anda?

Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan
o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

  • Minggu, 21 Maret 2010 01:10 wib

    Tabrakan Karambol di Kebon Sirih, 1 Orang Luka

  • Minggu, 21 Maret 2010 01:00 wib

    Warga Berhasil Tangkap Ular Pembunuh Bocah

  • Minggu, 21 Maret 2010 00:01 wib

    Dinas Pendidikan Depok Jamin Soal UN Tak Bocor

  • Sabtu, 20 Maret 2010 23:24 wib

    Mahasiswa Dirikan Posko Korban UN

  • Sabtu, 20 Maret 2010 22:05 wib

    Berhembus Angin Timur, Tangkapan Nelayan Berkurang

  • o3 o4