getting time...

NEWS » News

Menkes Dibujuk Cukong Luar Negeri Agar Jual RSCM

Senin, 13 Oktober 2008 16:34 wib
Foto: Fahmi Firdaus/okezone.
Foto: Fahmi Firdaus/okezone.

DENPASAR - Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mengatakan kapitalisme yang dimotori Amerika Serikat telah memberi dampak yang luar biasa bagi kesehatan manusia Indonesia. Dia meminta pemerintah tidak mengikutinya.

 "Sejak awal jadi menteri, saya tegas bahwa program kesehatan kita tidak boleh mengikuti kapitalisme dan liberalisme," kata Supari dalam Workshop dan Konferensi Pembangunan Desa-Desa Siaga di Seluruh Bali di Hotel Niki Jalan Gatot Subroto Denpasar, Senin (13/10/2008).  

Menurut Supari, kapitalisme salah satunya telah membuat harga obat di Indonesia paling mahal di dunia. Kondisi itu terjadi karena begitu kuatnya mafia perdagangan obat di Indonesia. Bahkan saat berusaha memerangi, Supari mengaku sempat diancam para mafia perdagangan obat untuk dimasukkan dalam daftar pertama untuk di-reshuffle.

Supari melanjutkan, kapitalisme juga hampir menggerogoti instansi pelayanan kesehatan di negara kita. Itu setelah muncul usulan agar rumah sakit di Indonesia dijadikan BUMN (badan usaha milik negara). "Saya kemudian deg-degan. Bagaimana kalau nanti ujung-ujungnya dijual kepada pihak asing," ujarnya.

Dia juga mengaku pernah ditawari komisi dari seorang cukong luar negeri untuk mau menjual Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dan Rumah Sakit Fatmawati. "Saya kemudian menjawab tidak tertarik. Saya lebih tertarik komisi dari Tuhan," ujarnya.

Lewat usulannya pula, kata dia, Presiden SBY akhirnya menerbitkan keputusan bahwa rumah sakit tidak boleh dijadikan BUMN, melainkan BLU (badan layanan umum).

"Rumah sakit tetap harus diposisikan sebagai kewajiban pemerintah untuk melayani rakyatnya," tandas Supari seraya disambut aplaus meriah dari sekitar 500 peserta.(fit)

(Miftachul Chusna/Sindo/uky)