getting time...

NEWS » News

Tak Beli Padi MSP, PDIP Banyumas Kehabisan Uang

Rabu, 15 Oktober 2008 14:56 wib

BANYUMAS - Benih padi Mari Sejahterakan Petani (MSP) yang pernah dipromosikan Megawati Soekarnoputri dibakar petani di Banyumas.

Salah satu pangkal persoalannya adalah kekecewaan para petani terhadap PDIP yang dianggap tidak memenuhi janji untuk membeli padi hasil panen mereka.

Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan DPC PDIP Banyumas Supangat yang dikonfirmasi mengakui ada instruksi dari Partai untuk membeli hasil panen petani padi MSP. Namun saat ini kas PDIP Banyumas sedang kosong, sehingga padi-padi itu tak dapat dibeli.

"Memang ada instruksi untuk membeli padinya tapi uang Rp56 juta untuk membeli, sudah tidak ada," kata Supangat saat dihubungi melalui telepon, Rabu (15/10/2008).

Dana untuk membeli hasil panen petani padi MSP itu, kata Supangat, rencananya disediakan dari uang fraksi PDIP di DPRD Kabupaten dan DPRD Provinsi Jawa Tengah.

Dia mengatakan belum dapat menanggapi lebih jauh langkah apa yang akan diambil terkait persoalan padi MSP di wilayahnya itu, karena para pengurus DPC PDIP Banyumas siang ini masih mengadakan rapat untuk menyikapi persoalan itu.

Namun menyinggung soal aksi para petani itu, Supangat mencurigai ada pihak-pihak yang sengaja menggerakkan para petani untuk melakukan aksi pembakaran benih padi MSP. "Kami mempertanyakan ada apa di belakang para petani ini," ujarnya.

Padi MSP merupakan hasil kerja bidang Usaha Kecil dan Koperasi DPP PDIP. Padi varietas ini digadang-gadang sebagai varietas unggulan yang dapat menghasilkan padi kering rata-rata 12 ton per hektar lahan tanam. Padi MSP dipromosikan pertama kali oleh Megawati Soekarnoputri di Cariu, Bogor pada 18 Desember 2007.
(Saladin Ayyubi/Global/fit)