JAKARTA - Pembakaran benih padi Mari Sejahterakan Petani (MSP) disinyalir sebagai upaya untuk menjatuhkan pamor Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri sebagai calon presiden (capres) pada Pemilu 2009 mendatang.
Demikian diungkapkan Sekretaris Fraksi PDIP Ganjar Pranowo di Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (15/10/2008).
"Saya mengecek kejadiannya seperti apa? Kejadiannya di mana? Karena tren membakar ini mirip dengan berapa waktu lalu. Jadi seperti upaya membalas dendam," kata Ganjar.
Dulu, tutur Ganjar, ada kelompok yang melakukan pembakaran padi tertentu, kemudian peristiwa tersebut muncul lagi. Sehingga menurutnya ini menjadi semacam pola atau model.
"Saya akan melihat dulu ke dalam apakah ini benar-benar bagian dari protes atau tidak dari benih itu. Atau ada agenda lain. Saya belum berani mengatakannya," ungkapnya sambil tertawa.
Saat ditanyakan, apakah pembakaran benih MSP merupakan upaya balas dendam dari kejadian supertoy, Ganjar belum berani memastikan. "Saya tidak mengatakan itu. Makanya saya sedang menanyakan pada mereka, temen-temen di lapangan. Apakah benar apa yang terjadi sebenarnya," jelasnya.
(hri)