BANDUNG - Sekira satu bulan belakangan ini iklan yang menampilkan Soetrisno Bachir (SB) tak lagi muncul di berbagai media di Indonesia. Soetrisno beralasan, hal ini tidak ada kaitannya dengan masalah krisis global.
SB mengatakan, saat ini bukan waktu yang tepat, meski memang pada akhir 2008 ini menjadi momen bagi para calon legislatif dan calon presiden untuk mempromosikan dan mengkampanyekan diri. "Kan kalau pun memang iklan itu saya hentikan dulu bukan karena krisis dan tidak ada hubungannya dengan pemilu," ujarnya.
Soetrisno menegaskan, saat ini semuanya sedang prihatin. Dia takut kemunculan iklannya membuat masyarakat bertanya-tanya darimana asal dananya.
"Santai saja lah. Kalau sekarang waktunya tidak tepat," tandasnya.
Bahkan SB menepis adanya rumor yang mengatakan bahwa dirinya mengalami kerugian sebesar Rp3 triliun sebagia imbas krisis global. "Wah, itu rumor. Kalaupun ada yang mengatakan seperti yang dikatakan Wagub Jabar, Dede Yusuf, itu bukan dilihat dari segi kerugian dong, tetapi dari segi keuntungan" jawabnya.
Selanjutnya dia juga menepis adanya anggapan bahwa dia tidak punya modal menghadapi Pemilu 2009. (obt)
(lsi)