NEWS » News

Pemkab Bantul Pilih Padi Fatmawati Ketimbang Megawati

Jum'at, 17 Oktober 2008 13:11 wib

BANTUL - Pemerintahan Kabupaten Bantul saat ini tengah mengembangkan padi Fatmawati ketimbang padi MSP (Mari Sejahterakan Petani) yang dipromosikan Megawati. Namun karakter kedua padi ini hampir sama.

"Kita mengembangkan padi Fatmawati di Desa  Kebun Agung Imogiri dengan luas lahan mencapai 15 hektar," ujar Ir. Edi Suhariyanta, Kapala Dinas Pertanian dan Kehutanan Pemkab Bantul, Jawa Tengah, Jumat (17/10/2008)

Menurutnya pengembangan padi jenis Fatmawati merupakan kerjasama antara Pemkab Bantul dengan Balai Pengembangan Teknologi Pertanian (BPTP) DIY, sehingga ada jaminan padi tersebut layak untuk dikembangkan tidak seperti padi jenis Supertoy yang dikembangkan tanpa kerjasama dengan pihak BPTP.

"Hasil panen padi jenis Fatmawati ini cukup bagus. Dalam satu hektarnya, padi Fatmawati bisa menghasilkan 8 ton per hektar," katanya

Edi mengaku pengembangan padi jenis Fatmawati ini dilakukan sejak tahun 2004 yang lalu dan dipilih persawahan di desa Kebun Agung, Kecamatan Imogiri Bantul dan hingga saat ini jenis padi Fatmawati masih dikembangkan dan ditanam oleh petani di desa Kebun Agung.

"Pada awalnya kita mengusulkan jenis padi Fatmawati ini dengan padi jenis Winongo, namun oleh Bungaran Saragih yang saat itu menjabat sebagai menteri pertanian di jaman Megawati justru diberi nama padi Fatmawati" terangnya

Padi jenis Fatmawati ini punya keunggulan kemiripan dengan padi jenis MSP diantaranya rasa berasnya pulen cenderung gurih, aroma berasnya wangi seperti padi jenis jawa seperti raja lele, padi delanggu.

"Padi varietas Fatmawati memang mirip dengan MSP," pungkasnya. 


(Daru Waskita/Trijaya/uky)