NGAWI - Bencana puting beliung lagi-lagi menerjang wilayah Ngawi. Angin kencang disertai hujan deras itu menerjang lima kecamatan yakni Geneng, Kedunggalar, Pitu, Paron, dan Ngawi Kota. Akibat kejadian itu, seorang bocah tewas, sekira 27 rumah roboh dan ratusan lainnya rusak ringan.
Korban tewas yakni Nur Handayani (9), warga Desa Kayut, Kecamatan Gerih, Kabupaten Ngawi. Bocah perempuan itu tewas kesetrum saat berlindung dari terjangan puting beliung yang terjadi pada Kamis (23/10) malam. Dia mengalami luka bakar serius di bagian dada, kaki, dan punggung.
Saat terjadi puting beliung, korban bersama ibunya, Suyatmi, dan kakaknya, Wahyu Utomo, berlari keluar rumah karena khawatir terjangan angin puting beliung bakal merobohkan rumahnya. Tapi nahas, ketika berlindung Nur Handayani malah tersengat listrik tegangan tinggi.Â
"Suyatmi, Wahyu Utomo, dan Nur Handayani, terkena setrum dari kabel listrik yang ada di dekat tempat berlindungnya saat itu. Ketiganya mengalami luka bakar, tapi Nur yang paling parah dan dia langsung meninggal seketika," ujar Kusno keluarga korban, Jumat (24/10/2008) .
Kedua korban luka bakar Suyatmi dan Wahyu Utomo menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit daerah setempat. Sementara, jenazah Nur Handayani telah dimakamkan di pemakaman umum desa setempat.
Kejadian ini juga mengakibatkan listrik padam sehingga selama semalaman ribuan warga lima kecamatan di Kabupaten Ngawi tidak teraliri listrik. Â
Mereka hanya menggunakan lilin dan penerangan seadanya. Jalur lalu lintas Jawa Timur-Jawa Barat terputus selama tiga jam lebih, puluhan pohon tumbang menghalani jalan.
Bencana puting beliung di Ngawi ini merupakan peristiwa yang keempat kalinya terjadi di awal musim hujan tahun ini. Sebelumnya angin puting beliung juga merusak sejumlah rumah di wilayah Pitu, Jogorogo, dan Gerih. Â
Menurut Kepala Bidang Kesiagaan, Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Ngawi, Suwito, mengatakan puting beliung yang terjadi di awal musim hujan ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
"Biasanya puting beliung terjadi di utara dan timur Ngawi tetapi sekarang justru kebanyakan di selatan dan barat Ngawi," ujarnya.
Menurut dia, biasanya kecamatan yang sering diterjang puting beliung di awal musim hujan adalah Kecamatan Bringin, Padas, Pitu, Karanganyar. Penyebab puting beliung ini dikarenakan sebagian besar kawasan hutan sudah gundul sehingga tidak ada lagi penahan ketika terjadi angin kencang.
(Fitra Iskandar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.