JAKARTA - Kalangan parpol dan capres yang memilih menggunakan iklan di media untuk menggaet pemilih dinilai bukan langkah keliru. Sebab cara itu terbukti meningkatkan populeritas dan elektabilitas.
Peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI) Dodi Ambardi mengatakan iklan politik yang dilakukan parpol dan capres di media, misalnya televisi ternyata berhasil meningkatkan popularitas. Dia mencontohkan iklan Prabowo dan Gerindra yang terbilang menjadi contoh sukses itu.
"Gerindra contohnya. Dari partai tidak dikenal, kini menjadi terkenal," jelas Dedi di Jakarta, Minggu (26/10/2008).
Hal yang sama, lanjut Dedi juga dialami oleh SBY dan Partai Demokrat. Iklan Demokrat di berbagai media juga terbukti meningkatkan popularitas partai dan SBY sendiri.
Dedi menilai, iklan politik ini sebagai fenomena baru berkampanye. Dia mengatakan, kampanye lewat iklan ternyata lebih efektif dan mengena dibanding kampanye konvensional melalui pemasangan spanduk, bendera, poster, dan cara lain yang kerap dilakukan kader atau mesin partai.
"Ini artinya mesin partai kalah efektif dibandingkan media massa," ujarnya.
Untuk itu, Dedi mengatakan, politisi atau parpol yang memanfaatkan media dengan baik akan mendapatkan keuntungan. Paling tidak untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitas.
(Dian Widiyanarko/Sindo/kem)