Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Layani Transaksi Fiktif, Pom Bensin Disegel

Hari Tri Wasono , Jurnalis-Rabu, 29 Oktober 2008 |23:03 WIB
Layani Transaksi Fiktif, Pom Bensin Disegel
A
A
A

KEDIRI - Petugas Reskrim Polresta Kediri menggerebek dan menyegel sebuah pom bensin di Jalan Gatot Subroto, Mojoroto, Kediri, Jawa Timur.

Dua petugas pom bensin tersebut diduga telah memanipulasi pembelian solar yang melibatkan karyawan PT Gudang Garam (GG) divisi transportasi.

Modus yang dilakukan keempat pelaku ini cukup cerdik. Dua petugas pom bensin, yakni Agus Yudho Pramono dan  Norman Hadi, memanipulasi nilai penjualan solar terhadap Jamingan dan Mulyono, sopir kernet truk GG.

Setiap kali membeli solar di pom bensin tersebut, Jamingan dan Mulyono meminta diisikan 58 liter ke dalam truknya. Padahal keduanya mendapat jatah pengisian dari GG sebesar 70 liter.

Selisih jatah BBM itulah yang ditukarkan uang tunai oleh Jamingan dan Mulyono. Sehingga setiap kali mengisi solar, Agus dan Norman selalu memulai angka pengisian dari 12 liter. Hal itu untuk menghasilkan print out bukti pengisian hingga mencapai angka 70 liter.

"Menurut pengakuan tersangka, praktik seperti ini telah terjadi sejak tahun 2003 lalu. Sehingga PT Gudang Garam harus membayar pengeluaran solar fiktif selama betahun-tahun," terang Kasat Reskrim Polresta Kediri AKP David Subagio di Kediri, Jawa Timur, Rabu (29/10/2008).

Keempat pelaku berhasil ditangkap petugas saat melakukan pengisian solar. Saat diperiksa dan dicocokkan dengan meteran mesin SPBU, mereka tidak bisa mengelak dan mengakui perbuatannya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, keempat pelaku kini ditahan di Mapolresta Kediri. Petugas juga menyita truk milik PT GG Nopol AG 7132 BB dan menyegel mesin SPBU jenis solar hingga penyidikan selesai.

Saat diperiksa, Jamingan mengaku sengaja melakukan perbuatan itu untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Bahkan ia mengaku telah melakukan pengisian fiktif itu di sejumlah SPBU lainnya. "Kalau tidak begini penghasilan saya tidak cukup untuk kebutuhan keluarga," ujarnya.

Setali tiga uang, dua petugas pom bensin yang kini ditahan mengaku sudah biasa melayani pembelian dengan cara itu. Selain menguntungkan mereka, layanan itu juga digemari konsumen yang membutuhkan klaim pengeluaran BBM. Dari praktik tersebut keduanya mengaku mendapatkan tambahan penghasilan sebesar Rp150.000-Rp200.000 setiap hari.

(Muhammad Saifullah )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement