BANDUNG - Sekira 60% gedung bertingkat di Kota Bandung, saat ini dianggap tidak layak dan kurang memenuhi unsur keamanan dalam menghadapi risiko kebakaran.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Pemadam Kebakaran kota Bandung Prijo Soebiandono saat mengecek kesiapan gedung bertingkat yang belum mempunyai standar pemadaman kebakaran.
"Idealnya gedung bertingkat di Bandung harus punya keselamatan layak saat menangani kebakaran dan penanggulangan," tutur Prijo, Jumat (31/10/2008).
Dalam kurun waktu 6 bulan terakhir banyak terjadi kebakaran di kota Bandung, sehingga Diskar kota Bandung melakukan sosialisasi dan keliling ke gedung-gedung bertingkat untuk melakukan pengecekan
"Bahkan saat ini standar hydrant saja di kota Bandung sudah tidak layak, di mana dari 500 hydrant yang ada hanya sekitar 12 unit yang layak pakai, sehingga dengan melakukan pengecekan ke hotel-hotel dan gedung bertingkat di Kota Bandung akan bisa terdeteksi kebutuhan untuk penanggulangan awal kebakaran," ungkap Kadiskar.
Dalam ksempatan tersebut juga, Diskar kota Bandung memberikan pelatihan Management Service Securituy Fire, yang pertama kali dilaksanakan di Indonesia, di mana dalam pelaksanaan kegiatan ini akan menitikberatkan kordinasi dalam penanggulangan kebakaran.
(fit)