KEDIRI - Pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo KH Idris Marzuki mengaku gerah dengan tudingan komersialisasi ulama yang ditujukan kepadanya. Ia bersumpah tidak pernah menerima uang sepeserpun dari para calon kepala daerah maupun gubernur yang didukungnya.
Ditemui di kediamannya kompleks Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Jawa Timur, ulama yang akrab disapa Mbah Idris ini mengaku, banyak mendengar tudingan miring terkait kiprah politiknya.
Salah satu tudingan yang paling menyakitkan adalah kepentingan untuk mencari kebutuhan materi saat memberikan dukungan kepada pasangan Karsa.
"Banyak sekali yang menuduh saya mencari keuntungan materi dari dukung mendukung ini. Padahal ini murni untuk kepentingan umat," tegas Mbah Idris, Jumat (31/10/2008).
Ia mencontohkan, dukungan yang diberikan para ulama di Jawa Timur kepada Karsa ini menurutnya murni demi kebaikan umat, khususnya warga Nahdlatul Ulama (NU). Karena itu sebanyak 700 ulama di Jawa Timur mendeklarasikan dukungan kepada Karsa di Asrama Haji Sukolilo beberapa waktu lalu.
"Penggalangan ulama di Surabaya beberapa waktu lalu sama sekali tidak ada unsur bisnis atau semata-mata mencari uang," ujarnya berulangkali.
(Kemas Irawan Nurrachman)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.