Sengketa Lahan, Warga 'Duduki' Waduk Ria-Rio

|

JAKARTA - Sejumlah orang yang mengatasnamakan ahli waris alm Hj Siti Fatimah mendirikan rumah bedeng dan menginap di lokasi waduk Ria-Rio, Jalan Ahmad Yani dan Jalan Perintis Kemerdekaan, Jakarta.

Hal ini untuk mencegah pihak PT Pulo Mas Jaya mencabut plang tanda kepemilikan tanah yang telah dipasang beberapa waktu lalau.

Tampak sejumlah pria berjaga-jaga di lokasi tersebut. Sebagian ada yang membuat bedeng, memasang kembali plang yang dicopot petugas beberapa waktu lalu, dan sebagian membuat tulisan Tanah ini Milik Ahli Waris Hj Siti Fatimah di sejumlah tempat.

Kuasa hukum para ahli waris, Joseph Mbira mengatakan langkah ini dilakukan karena plang kepemilikan tanah yang telah dipasang dicopot secara sepihak oleh PT Pulo Mas selaku penguasa lahan. "Tanah ini masih dalam status quo kenapa mereka mengklaim tanah ini milik mereka," ungkapnya di Jakarta, Sabtu (1/11/2008).

Berdasarkan Verponding Indonesia (VI) nomor 2587/806 masa pajak tahun 1960-1964, tanah tersebut milik alm Hj Siti Fatimah. "Tanah tersebut tidak pernah diperjualbelikan ataupun digadai kepada siapa pun," ujar dia.

Sebelumnya, para ahli waris Hj Siti Fatimah beberapa waktu lalu melakukan demo di sekitar Waduk Ria-Rio menuntut ganti rugi lahan seluas 4,7 hektare itu. Dalam aksinya mereka memasang plang hak atas kepemilikan tanah. Mereka mendesak agar rencana pembangunan ditunda sebelum sengketa ini diselesaikan.

PT Pulomas selaku pemilik kuasa atas tanah tersebut menolak tuntutan warga setempat. Bahkan, mereka mencabut plang yang telah dipasang warga.

Sengketa lahan ini terjadi karena Pemprov DKI Jakarta mengklaim telah membebaskan lahan ini pada tahun 1965. Adapun pihak ahli waris Hj Siti Fatimah bersikeras tidak pernah menjual atau memindahtangankan lahan itu.

(ful)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Penjelasan Esti si Pengunggah Foto Larangan Berjilbab BUMN