JAKARTA - Gus Dur mengaku pusing dengan pemberlakuan syarat dukungan minimal 20 persen suara pemilu legislatif untuk maju sebagai capres seperti yang tertera dalam UU Pilpres.
Pasalnya, hal itu menyulitkan dirinya untuk maju dalam bursa pertarungan pilpres.
"Itu yang bikin saya pusing," ujar Gus Dur usai membuka acara Pembekalan Caleg DPR RI Partai Persatuan Daerah (PPD) kepada wartawan di Wisma DPR RI Cisarua, Jawa Barat, Minggu, (2/11/2008).
Gus Dur menengarai, pelolosan pasal itu sengaja untuk menghambat dirinya dan sejumlah capres lain yang tidak memiliki dukungan dari parpol besar. "Saya ini kan dihambat untuk jadi capres. Nah, kalau saya dihambat, jangan-jangan nanti saya yang menang ha ha ha," selorohnya.
Meski begitu, cucu Hadratus Syekh KH Hasyim As'ary itu mengaku tidak ambil pusing karena sudah terbiasa dengan kondisi seperti ini. "Saya sih sudah biasa digituin," ungkapnya dengan nada ringan.
Lebih lanjut, Gus Dur tetap Optimistis masih mampu bersaing dengan para kandidat lain dalam Pilpres 2009. Itu karena para kyai kampung masih mendukungnya. "PKB itu mendasarkan kekuatannya pada kyai kampung," pungkasnya.
(ful)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan