getting time...

NEWS » News

Dua Kepengurusan KNPI Fokus Rekonsiliasi

Kamis, 6 November 2008 06:00 wib

JAKARTA - Dua kepengurusan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) sepakat memfokuskan diri untuk rekonsiliasi.

Komitmen tersebut tercapai setelah Menteri Pemuda dan Olahraga Adyaksa Dault mempertemukan Ketua Umum DPP KNPI hasil kongres Ancol Ahmad Dolly Kurnia dan Ketua Umum DPP KNPI hasil Kongres Bali M Azis Syamsuddin di Kantor Kemengpora.

Usai pertemuan tertutup tersebut, Azis Syamsuddin bersedia membuka pintu seluas-luasnya terhadap upaya rekonsiliasi dua kubu. Wakil Ketua Komisi III DPR ini meminta semua pihak diimbau saling meredakan ketegangan dan melihat jernih fakta-fakta hukumnya. "Memang untuk itu perlu waktu dan saya hanya sebagai dirigen saja bagi rekonsiliasi ini," katanya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (5/11/2008).

Azis menambahkan, sepakat dengan waktu satu minggu yang diberikan pemerintah untuk menyelesaikan masalah di tubuh KNPI. Namun, kata dia, kesepakatan yang akan ditempuh kedua kubu harus tetap berdasarkan pada fakta-fakta hukum yang ada. "Rekonsiliasi harus berdasarkan aturan hukum," tegas dia.

Dia menjelaskan bahwa berdasarkan hasil rapat 67 organisasi kepemudaan (OKP) beberapa waktu lalu telah disepakati sejumlah hal. Di antaranya, hanya akan ada satu kongres KNPI. Pada rapat berikutnya yang diikuti oleh 74 OKP dan semuanya membubuhkan tanda tangan, diputuskan untuk mengamankan amanat hasil kongres ke-11 KNPI di Caringin, Bogor, pada 2005, yakni menyelenggarakan kongres ke-12 di Bali.

Ditanya apakah perlu ada campur tangan pemerintah untuk mediasi, Aziz mengatakan bahwa KNPI adalah organisasi yang independen dan tidak perlu membawa-bawa pemerintah dalam hal ini. Namun, pihaknya sependapat apabila pemerintah mengambil sikap tegas berdasarkan fakta-fakta hukum yang ada.

Sementara itu, Ahmad Dolly Kurnia menyambut baik upaya Menpora untuk mempersatukan dua kubu KNPI. "Sebelumnya, kami merasa Menpora hanya memberi dukungan pada salah satu kubu saja," katanya.

Namun, Dolly Kurnia mengaku belum tahu langkah apa yang akan ditempuh dalam satu pekan ke depan sebagai upaya mencari jalan terbaik. "Kita akan sama-sama berpikir seperti apa langkah untuk menyatukan itu," katanya.

Sementara Adhyaksa Dault meminta dua kubu KNPI untuk menyelesaikan masalah dalam waktu satu minggu. Menurut dia, pertemuan tersebut belum berhasil mencapai kesepakatan apa-apa. "KNPI membutuhkan masyarakat, bukan masyarakat yang membutuhkan KNPI. Kalau begini terus, KNPI bisa ditinggalkan masyarakat," katanya.


(Ahmad Baidowi/Sindo/hri)