JAKARTA - Pada masa kemerdekaan, rakyat Indonesia mempunyai musuh bersama yaitu penjajah asing, sehingga pemimpin yang berjasa dalam mengusir penjajah dapat disebut sebagai pahlawan. Namun pada saat ini siapa yang pantas disebut pahlawan?
"Pahlawan harus berjasa bagi negara ini," ujar sejarahwan Anhar Gonggong, dalam diskusi Polemik Trijaya FM di Restoran Warung Jalan Pakubuwono Jakarta Selatan, Sabtu (8/11/2008).
Saat ini, kata dia, yang menjadi musuh bersama rakyat dan harus diperangi adalah koruptor. "Pemimpin saat ini harus dapat melawan dan menghabisi musuh bersama rakyat Indonesia, yaitu koruptor," tegas Anhan Gonggong.
Sementara itu pembicara lain dalam diskusi itu, politikus senior PDIP Agus Condro, yang membocorkan skandal amplop di tubuh Dewan dalam kasus dana BI, mengatakan saat ini kepahlawanan dapat diukur dari sejauh mana seseorang berperan dalam mendorong perubahan bangsa ke arah yang lebih baik.
"Pahlawan masa kini adalah siapa pun yang berani dan punya niat untuk mendorong terjadinya perubahan ke arah yang lebih baik lagi bagi Indonesia. Perubahan itu identik dengan generasi muda. Tetapi apakah kaum muda sekarang masih punya kemauan untuk berubah? Masak kita kalah sama Obama!" ujar Agus Condro.
Dia juga menambahkan saat ini partai politik tidak memiliki kontribusi positif bagi rakyat, karena sebagian besar lebih mementingkan golongan ketimbang kepentingan bangsa.
"(Pemimpin) partai politik sekarang tidak berjuang untuk rakyat, tapi hanya untuk kepentingan partainya sendiri. Tokoh pemimpin seperti itu tidak pantas dicontoh dalam hal patriotisme dan kapahlawanan bagi bangsa ini," tegas Agus Condro.
(fit)