TUBAN - Sebuah tanggul kecil atau tangkis yang memisahkan sungai Bengawan Solo dengan Desa Kedungharjo Kecamatan Widang ambles. Diduga, tangkis itu tidak kuat menahan guyuran air hujan yang lebat serta air sungai yang mulai meninggi. Akibatnya, warga Dusun Tanggar diliputi rasa khawatir.
Kepanikan warga itu terlihat dengan dibangunnya antru atau lokasi relatif tinggi di setiap rumah warga. Sehingga jika ada banjir, mereka bisa langsung naik ke antru untuk menghindari air. Antru yang dibangun rata-rata setinggi tiga meter.
"Antru ini untuk berjaga-jaga biar cepat bisa menyelamatkan barang-barang penting, terutama barang elektronik jia air datang," kata Lasmo, warga Dusun Tangar Desa Kudungharjo.
Tangkis yang ambles sendiri berada di Dusun Tanggar dengan kedalaman sekitar 1,5 meter sepanjang 40 meter. Tangkis ini merupakan bagian yang tidak mengalami perbaikan saat terjadinya terjangan banjir dari luapan sungai Bangawan Solo yang menimpa belasan desa di Kecamatan Widang akhir tahun 2007 lalu.
Kades Kedungharjo Siman Jaya, mengakui jika tanggul di desanya ambles. Sehingga warga diminta bersiap-siap mengantisipasi kemungkinan banjir awal. Meski demikian, ia mengatakan warga tidak panik karena banjir sudah terjadi setiap tahun di desa tersebut.
"Tidak panik. Karena banjir sudah menjadi musibah tahunan," katanya.Â
Sementara itu, upaya antisipasi banjir juga dilakukan oleh Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (BPSDA) Bengawan Solo wilayah Bojonegoro, Tuban, Lamongan dan Gresik. Apalagi, air sungai Bengawan Solo terus mengalami kenaikan, meski volumenya tidak besar.
(Fitra Iskandar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.