JAKARTA - Hasil penghitungan cepat (quick qount) yang dirilis sejumlah lembaga survei dalam pemilihan Gubernur Jawa Timur dinilai turut menimbulkan polemik dalam masyarakat.
Hasil yang disampaikan beberapa dari lembaga itu membentuk opini publik bahwa pasangan Khofifah Indar Parawansa-Mudjiono (Kaji) adalah pemenang pemilihan umum.
Anggota Komisi Pemilihan Umum Sri Nuryanti mengaku hasil survei di Jawa Timur agak mengganggu. Selain selisih suara masing-masing calon terpaut tipis, pemenang yang ditetapkan KPU juga berbeda dengan hasil survei.
"Ini memunculkan polemik," katanya saat ditemui di kantornya, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Rabu (12/11/2008).
Untuk itu, Nuryanti yang juga ketua koordinator wilayah Jawa Timur meminta masyarakat agar mengikuti hasil penghitungan KPU sebagai lembaga resmi penyelenggara pemilu. Dia juga memastikan pihaknya tetap netral dan tidak memihak siapapun.
Terkait kekecewaan pasangan Kaji, Nuryanti menyarankan mereka menempuh jalur hukum ke Mahkamah Konstitusi.
(uky)