getting time...

NEWS » News

PDP Karanganyar Kisruh

Senin, 17 November 2008 00:41 wib

KARANGANYAR - Kisruh di dalam Pimpinan Kolektif Kabupaten Partai Demokrasi Pembaharuan Kepengurusan (PKK PDP) Karanganyar, Jawa Tengah mencapai puncaknya.

Sebanyak 13 pimpinan kolektif kecamatan dari 39 pengurus PKK PDP se-Karanganyar mundur dari kepengurusan. Pengunduran diri pengurus PPK PDP tersebut diperkuat dengan pengunduran diri separuh calon legislatif dari partai tersebut akibat tuntutan mereka meminta mundur Sekertaris panitia PKK PDP Karanganyar, FX Sukanto tidak mendapatkan respons dari pihak pimpinan kolektif propinsi PDP Jawa Tengah.

Kemelut di dalam partai ini diawali dari sikap Sekretaris Panitia PKK PDP Karanganyar, FX Sukanto yang dinilai melanggar AD/ART dan sering mengambil langkah di luar kesepakatan yang telah dibuat di internal partai.

Akibat sikap tersebut tima ad hoc yang bertugas menjaring dan merekomendasikan caleg juga tidak berfungsi.

"Kami telah melayangkan surat pengaduan ketingkat provinsi. Namun, kami dituduh mengada-ada. Padahal apa yang kami lakukan untuk menyelamatkan partai, bukan kepentingan kami. Bila sudah begini, lebih baik kami yang menyatakan mundur," tegas Suyanto, sekretaris PKK Jumantono di sekretariat PDP Karanganyar, Minggu (16/11/2008).

Tidak hanya itu saja, sekertariat partai, yang semula berada di Kadipiro RT 01 RW 10 Bejen Karanganyar, secara sepihak di pindah ke rumah pribadi, tanpa memberitahukan kepada pengurus lainnya. Sehingga pemilik rumah yang semula dipergunakan untuk sekertariat partai menagih uang sewa rumah sebesar Rp50 juta selama 2,5 tahun

Akibat pengunduran diri 39 pengurus di PKK PDP tersebut, kepengurusan PDP di tingkat bawah dipastikan timpang. Selain itu, sedikitnya 17 pengurus di tingkat PKK juga menyatakan diri nonaktif. Mereka pesimis, gaya kepemimpinan Sukanto membuat PDP tidak memperoleh suara dalam pileg tahun depan.

Tak hanya pengurus, beberapa caleg PDP yang telah masuk dalam DCT juga menyatakan diri mundur. Hanya saja mereka masih mengkonsultasikan hal ini kepada KPU lantaran tidak ada komunikasi dengan kubu Sukanto.
 
"Yang jelas secara pribadi saya mundur, terserah apakah partai akan menindaklanjuti atau tidak. Tetapi kami akan mengkonsultasikan dengan KPU," kata Ari Suprapto, salah satu caleg yang mundur.
(Bramantyo/Trijaya/fit)