JAKARTA - PT Jasa Marga akan mengoperasikan ruas tol tambahan baru pada November nanti. Hal tersebut mengingat air laut pasang (rob) yang saat ini menghantam kawasan utara Jakarta.
Direktur Operasi PT Jasa Marga Adityawarman mengatakan, saat ini pihaknya tengah mempercepat pembangunan ruas jalan tol tambahan di Tol Sedyatmo. Ruas tersebut mempunyai luas 8 Km dan menelan dana Rp600 miliar. Di sepanjang ruas tersebut juga dibangun tanggul permanen setinggi dua meter yang menelan biaya hingga Rp60 miliar.
Seharusnya, ruas baru tersebut akan diresmikan penggunaanya pada Desember nanti, namun jika dalam keadaan darurat atau ruas jalan tol lain ke Bandara Soekarno Hatta tersebut tergenang rob maka ruas tambahan tersebut dapat segera dioperasikan pada 20 November nanti.
"Kami izinkan seluruh pengendara untuk melewati ruas jalan baru tersebut," katanya.
Sebenarnya, tambah Adityawarman, pelebaran ruas tol tersebut bukan hanya lantaran adanya banjir rob yang sebelumnya sempat menenggelamkan kawasan tersebut untuk kesekian kalinya. Namun, upaya pelebaran ruas tol tersebut dilakukan karena telah terjadi overload jumlah kendaraan yang melintas. Oleh karena itu, dari jumlah dua ruas pihaknya melebarkan hingga empat ruas.
Pihaknya juga membuat tanggul permanen yang ditinggikan sepanjang 5 Km dengan ketinggian 2 meter yang dimulai dari pintu Kapuk. Ketinggian tanggul tersebut menurutnya cukup untuk menahan laju rob yang kerap meluber hingga ruas jalan tol.
Pada banjir awal tahun lalu, tol Bandara selalu rajin kebanjiran mulai KM 24 hingga KM 26. Yakni pada Februari serta Mei. Air bah setinggi hingga 1 meter. Titik cekungan tol Sediyatmo paling rendah berada di KM 26.
"Pengendara juga bisa melewati Kamal dan masuk Rawa Bokor hingga bandara. Atau langsung dari tol Tomang lurus hingga Kota Tangerang. Dari situ bisa masuk bandara lewat pintu air 10 Cisadane. Atau bisa juga lewat Kalideres arah Kembangan hingga Jalan Kamal Muara masuk flyover hingga Bandara," ungkapnya.
Menurut Direktur Lembaga Konsumen Jasa Konstruksi Bambang Pranoto, pembangunan tanggul akses bandara yang rajin dikunjungi banjir tersebut harus dipastikan betul kualitas konstruksinya.
Sebab, dalam banyak kasus, akibat kepadatan pengurukan minim, tanggul sering longsor. Terutama yang memiliki kemiringan 45 derajat. Sebab, beban tanggul di ruas tol tidak hanya menahan banjir akibat rob, tapi juga menahan tekanan air hujan serta beban kendaraan yang memberikan konstribusi terhadap getaran-getaran.
(Neneng Zubaidah/Sindo/hri)