getting time...

NEWS » News

Kaderisasi Parpol Gagal, Swing Voter Meningkat

Rabu, 19 November 2008 06:18 wib

JAKARTA - Partai politik (parpol) dinilai gagal melakukan kaderisasi dan pendidikan politik sehingga menyebabkan antipati publik. Akibatnya, masyarakat cenderung apatis terhadap parpol sehingga jumlah swing voter terus meningkat.

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Lili Romli mengatakan, tingginya angka swing voter seperti yang tergambar dalam hasil survei Lembaga Survei Indonesia menunjukkan kalau parpol belum aman menghadapi pemilu. Menurut dia, swing voter merupakan pemilih liar yang bisa lari ke parpol manapun. Bahkan, keberadaan swing voter bisa menjadi penentu.

"Swing voter ini mengancam parpol besar dan memberi peluang kepada parpol baru," kata Lili kepada Sindo di Jakarta, Selasa (18/11/2008) .

Menurut Lili, meningkatnya jumlah swing voter menunjukkan kalau parpol di Indonesia belum mengakar. Karena itu, pihaknya memahami jika sejumlah elite mendirikan parpol dengan berharap mendapat dukungan massa.

"Massa tradisional parpol akan berkurang. Mereka seolah-olah tak ada keterkaitan dengan parpol. Ini menjadi warning," jelasnya.

Peneliti Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia ini memprediksi pada Pemilu 2009 masyarakat cenderung apatis karena parpol seringkali tidak mencerminkan kepentingan masyarakat. Hilangnya kepercayaan terhadap parpol juga disebabkan oleh citra legislatif yang sangat buruk.

"Masyarakat akan apatis dengan banyaknya partai politik. Citra partai sangat merosot menjelang pengumuman partai politik peserta pemilu," tuturnya.
(Ahmad Baidowi/Sindo/fit)