JAKARTA - Ketua Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) yang juga puteri pahlawan revolusi Ahmad Yani, Amelia Yani, meminta kepada masyarakat agar tidak menjelekan Soeharto.
Pernyataannya tersebut guna menanggapi pro dan konta kepahlawanan Soeharto selama ini.
"Sewaktu lengser, beliau (Soeharto) bercerita kepada saya telah dihina dan ditinggalkan semua orang. Saya minta masyarakat tidak menjelek-jelekan orang tua, nanti kualat," ujar Amelia kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (22/11/2008).
Menurutnya, presiden Indonesia kedua itu layak disebut bapak pembangunan karena banyak program positif yang sudah dirasakan manfaatnya, seperti diantaranya program listrik masuk desa.
"Tidak semua yang dilakukan Soeharto itu buruk. Kita harus mengambil hal positif dari beliau dan meninggalkan hal yang negatifnya," tandasnya.
Amelia mengaku keberatan jika Soeharto dinilai buruk dan dianggap sebagai Raja Jawa. Dia mengakui, bahwa ayah kandungnya bukanlah sebagai pahlawan nasional, melainkan pahlawan revolusi.
"PKS sempat meminta saya hadir dalam pertemuan keluarga pahlawan nasional. Namun, saya tidak bisa hadir harena tengah berada di Palangkaraya," pungkasnya wanita yang menyatakan siap dicalonkan sebagai presiden itu.
(teb)